Penderita Diabetes Bisa Berpuasa Asal Terus Jaga Kalori Makanan

  • Bagikan
EDUKASI tentang Diabetes kepada pegawai di jajaran Kecamatan Medan Belawan. Waspada/Ist
EDUKASI tentang Diabetes kepada pegawai di jajaran Kecamatan Medan Belawan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Berpuasa di bulan Ramadan bisa dilaksanakan Penderita Diabetes. Tetapi sebelum melaksanakan ibadah puasa disarankan agar melakukan pengecekan terlebih dahulu dan juga harus terus menjaga kalori makanan yang dikonsumsi saat berbuka maupun saat makan dan minum pada sahur.

Hal itu dikatakan, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Sumatera Utara (Sumut), Prof.Drs Syafruddin Rironga,MAP yang juga Dosen salah satu Universitas swasta Di Medan itu usai memberikan edukasi tentang Diabetes kepada pegawai di jajaran Kecamatan Medan Belawan.

“Apapun makanannya kalorinya harus tetap jaga, setiap hari tidak boleh lebih dari 1700 kalori. Tetapi pola makan di bulan Ramadan kan mengalami perubahan, sahur dan berbuka puasa, dianjurkan penderita diabetes itu sahur 15 menit sebelum imsak dengan mengkonsumsi makanan secukupnya, seimbang dan bergizi,” jelasnya kepada media pada Senin (18/3) di Kantor Camat Belawan.

Syafruddin juga mengatakan penderita diabetes tidak perlu makan sahur terlalu banyak tetapi seimbang dan bergizi lah yang terpenting. Berbuka juga diperbolehkan diawali dengan yang manis-manis.

“Berbuka yang manis-manis maksudnya jangan makan kurma 1 kg tapi secukupnya, tidak boleh 1700 kalori antara sahur sampai berbuka puasa,” ujarnya.

Terpenting lagi, screening ke dokter harus dilakukan oleh penderita diabetes untuk mengetahui apakah bisa melaksanakan ibadah puasa atau tidak.

Kalau tidak di screening yang dikhawatirkan adalah Gula darah rendah (hipoglikemia).

Pada kesempatan itu, sebelumnya ia dan timnya memberikan edukasi berupa gejala diabetes, penyebab, bahaya dan pencegahan serta menjaga gula darah agar tetap stabil dan ada juga pengecekan gula darah gratis.

Syafruddin sempat menjabarkan kepada peserta yang hadir pada giat pengabdian masyarakat itu bahwa gejala diabetes diantaranya sering buang air kecil, berat badan turun drastis, rasa haus berlebihan, mudah lelah, kegemukan, luka lambat sembuh, kebanyakan tidur, mata kabur.

Untuk pencegahan ungkapnya harus Jaga mulut dengan makan sikit-sikit bulan sikit-sikit makan.

Camat Medan Belawan, Yoga Budi Pratama Irawan, SSTP Msi mengatakan pihaknya melalui kepling merupakan barisan terdepan perpanjangan tangan pemerintah kota Medan untuk menyampaikan menjaga kesehatan di bulan Ramadan kepada masyarakat. Khsusunya menjaga kesehatan dari penyakit diabetes.

“Kepling menjadi garda terdepan mengedukasi masyarakat atas pola hidup sehat dan juga dalam menjaga kesehatan,” katanya pada giat itu hadir Lurah, kepling, jajaran Kecamatan dan stakeholder .

Sementara itu, selain edukasi kesehatan, juga ada edukasi terkait upaya penanggulangan cybercrime dengan menggunakan pendekatan etika siber dan budaya siber dengan narasumber Dr. Wenggedes Frensh, SH, MH, dan terkait tata kelola pemerintahan menyosong paradigma new publik governance oleh Dr. H. Budi Hartono, M.Si yang juga selaku Kepala Pusat Kajian Universitas Medan Area (UMA) Medan. (cbud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *