MEDAN (Waspada.id): Ikatan Keluarga Bayur – Maninjau (IKB) Kota Medan menggelar silaturrahim akbar dan halal bi halal 1447 Hijriah di Gedung Balerong Bayua Jl. Utama, Medan, Minggu (12/4/2026).
Hadir saat itu Ketua Umum IKB Kota Medan Ahmad Arif, SE, MM, Wakil Bupati Agam M Iqbal, SE, M.Kom, Ninik Mamak Yurisdanilwan, Msi, Phd, tokoh-tokoh Bayur, seperti Ir. Besri Nazir, MM, Ir. Farial MM, Suriadi Bahar, Brigjen Pol. Ardial, Bundo Kanduang Hj. Rahmawaty Erlinda, Dalmiyaty Alfiqn serta ratusan masyarakat Bayur – Maninjau yang ada di Kota Medan.
Ketua Umum IKB Kota Medan Ahmad Arif menyampaikan kebahagiaan terlaksananya silaturrahim halal bi halal masyarakat Bayur – Maninjau yang berada di Kota Medan. “Pada momen berbahagia ini, kita bisa saling melepas rindu, saling bermaafan dan berbagi informasi tentang apa saja,” sebutnya.
Ia kemudian menyampaikan sejarah singkat berdirinya IKB Kota Medan, diawali silaturrahim dari rumah ke rumah pada 1957. “Masa itu orang tua kita merantau ke Medan membentuk perkumpulan haji, dan saling mengunjungi. Seiring banyaknya masyarakat Bayur merantau ke Medan dibentuklah perkumpulan resmi bernama IKB untuk menguatkan ikatan silaturrahim itu,” ujar Arif menjelaskan, Bayur berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terkenal dengan keindahan pemandangan Danau Maninjau.
Dijelaskan Arif, esensi pembentukan IKB adalah sosial dan dakwah. Kemudian menjaga eksistensi adat dan budaya, serta berkontribusi pada pembangunan Kota Medan. Ke depan, IKB berupaya mengembangkan potensi ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Bayur dan mendirikan lembaga pendidikan.
“Ini menjadi cita-cita bersama, dan diharapkan masyarakat perantau Bayur yang telah sukses di Medan dapat bersama-sama berkontribusi mewujudkan harapan tersebut,” katanya.
Wakil Bupati Agam M Iqbal, SE, MKom diminta tanggapannya, sangat senang bisa hadir bersilaturrahmi halal bi halal dengan masyarakat Bayur yang ada di Kota Medan. “Saya lihat yang hadir banyak sekali, ini menandakan kekompakan masyarakat Bayur. Saya kira ini sangat membantu keluarga besar Bayur yang ada di Kota Medan, baik untuk kegiatan bersifat keagamanan, ekonomi dan sosial,” katanya.
Iqbal mendukung seluruh program dilakukan IKB Kota Medan, dan menilai program tersebut sangat baik, ada pengajian rutin setiap bulan, kegiatan sosial membantu keluarga Bayur yang membutuhkan, serta menjaga adat. “Saya rasa kegiatan ini perlu terus ditingkatkan,” sebutnya.
Sebelumnya, ketua pelaksana Arifin Thamrin, ST menyampaikan bahwa silaturrahim halal bi halal IKB rutin dilakukan setiap tahun, bertujuan mempererat ikatan kekeluargaan. “Terima kasih kepada ninik mamak dan tokoh-tokoh Bayur yang hadir dan mendukung terlaksananya acara, semoga halal bi halal dan silaturrahim ini semakin menguatkan ikatan keluarga Bayur di Medan,” harap dia.
Memeriahkan acara tersebut, panitia menampilkan tarian pasambahan menyambut tamu sebagai bentuk penghormatan dan tari baralek gadang yang menggambarkan kemeriahan pesta adat. Sedangkan tausiyah agama disampaikan Ustad Drs Efnedy Arief, MA, gelar Dt Parpatiah Nan Sabatang.(id148)










