Medan

Kondisi Memprihatinkan, DPRD Medan Pertanyakan Kemampuan Dirut RS Bachtiar Djafar

Kondisi Memprihatinkan, DPRD Medan Pertanyakan Kemampuan Dirut RS Bachtiar Djafar
Rapat evaluasi triwulan I kinerja pihak RS Bachtiar Djafar, di ruang komisi gedung DPRD Medan, Selasa (24/4). Waspada.id/ist
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): DPRD Medan mempertanyakan kemampuan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RS) Bchtiar Djafar M Muklis M Kes, untuk dapat melakukan perubahan lebih baik terkait tidak adanya dokter spesialis dan minim sarana serta fasilitas lainnya di RS milik pemerintah di kawasan Medan Utara tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Medan dr Ade Taufiq Sp OG, dalam rapat evaluasi triwulan I kinerja pihak RS Bachtiar Djafar, di ruang komisi gedung DPRD Medan, Selasa (24/4), mengaku prihatin karena RS belum bisa memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat khususnya wilayah Medan Utara.

Saat rapat, dr Ade Taufiq Sp OG, mempertanyakan kemampuan Dirut Muklis terkait pengelolaan manajemen. Bahkan ia minta penjelasan kendala apa saja, sehingga RS belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal sesuai harapan melayani masyarakat Belawan.

“Disini kemampuan pimpinan (Red_Dirut) dituntut agar melakukan berbagai inovasi pengelolaan manajemen yang profesional,” tandas Taufik.

Tentu tambah Taufiq, pihak manajemen pertama sekali harus memetakan masalah kekurangan dan kelebihan RS. “Dirut harus mampu petakan kekuatan dan kelemahan. Sehingga tahu apa yang harus dilakukan untuk cari solusi. Saya dengar minimnya tenaga medis dan tidak berfungsinya OK (kamar bedah) hingga listrik sering padam selalu menjadi masalah,” ungkapnya.

Untuk itu, tambah Taufiq, pihak manajemen harus semangat pantang menyerah. Bersaing sehat memberikan pelayanan yang terbaik. “Pelayanan supaya ditingkatkan dan banyak yang harus dibenahi sarana dan prasarana,” ssbutnya.

Mendapat sorotan tajam dan kritikan dari sejumlah anggota dewan, terlihat Muklis kurang semangat. Bahkan sempat salahsatu anggota dewan melontarkan pertanyaan kenapa Muklis kurang gairah memberikan penjelasan. “Semangat pak, mari kita seriusi membenahi RS agar mampu bersaing dengan RS swasta di sekitar Medan Utara, ” tandas salah satu dewan.

Dalam penjelasan Muklis disebutkan, dalam hunian BOR RS Bachtiar Djafar sangat rendah. Dari sekitar 100 tempat tidur hanya 40 persen yang terisi. Begitu juga soal klaim BPJS hanya sekitar 5 Miliar tahun lalu.

Terkait kritikan dewan, Muklis mengaku akan berbuat maksimal dan tetap berharap mendapat dukungan dan masukan DPRD Medan.

Diketahui Rapat evaluasi dipimpin Ketua Komisi II Kasman Bin Marasakti, Wakil Ketua Modesta Marpaung, Henry Jhon Hutagalung, dr Ade Taufiq, Binsar Simarmata. Sedangkan perwakilan OPD Pemko dihadiri Dirut TS Bachtiar Djafar Muklis dan stafnya serta Sekretaris Dinkes Kota Medan Henny Lubis didampingi stafnya. (Id144)


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE