JAKARTA (Waspada.id): Ajeng Salma Layla Amira menjadi salah satu murid penerima anugerah prestasi dari Kepala SMA Negeri 8 Jakarta Drs Ubaidillah, M.Pd., pada seremoni pengumuman dan penyerahan piagam secara simbolik kepada murid berprestasi periode kuartal I/ 2026 yang digelar Senin (13/4/2026) di SMA Negeri 8 Jakarta.
Alumni program Bina Talenta Indonesia Puspresnas tahun 2025 sekaligus pemegang 4 hak cipta karya tulis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) ini menerima secara simbolik piagam kompetisi riset International Science and Invention Fair (ISIF) 2025.
Dalam kompetisi tersebut, Ajeng Salma Layla Amira memaparkan karya tulis berkaitan digitalisasi proses produksi telur asin Brebes, dengan judul Implementing IOT in Business Process to Preserve The Intangible Cultural Heritage of Salted Eggs (IOTEGG).
Penulis karya tulis SAFEGUARD VR: VR-Based Education Against Online Grooming yang juga pendiri Koandarkum ini menargetkan IOTEGG hadir untuk menjembatani gap antara tradisi dengan tantangan modern melalui pemanfaatan teknologi sensor IoT, mulai proses pengadaan bahan baku hingga proses produksi, pemasaran dan memungkinkan produsen telur asin menggunakan chip Radio Frequency Identification (RFID) yang dipasang pada keranjang pintar (smart shelves) untuk lebih memahami perilaku pelanggan.
IOTEGG juga memungkinkan produsen telur asin mengoptimalkan pemasaran melalui smart vending machine yang telah dilengkapi metode pembayaran berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang dapat ditempatkan di rest area jalan tol atau tempat strategis lainnya. Pemanfaatan media sosial dan pelibatan influencer dalam kegiatan pemasaran juga menjadi satu rekomendasi IOTEGG.
Ajeng Salma Layla Amira berpandangan substansi inovasi IOTEGG bukan hanya sekadar perbaikan proses produksi dan pemasaran, tetapi juga merupakan upaya strategis untuk menjaga pengetahuan tradisional. Dengan melakukan digitalisasi data dari proses yang sebelumnya bersifat manual dan intuitif, IOTEGG menjamin bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung dalam telur asin akan lestari dan terwariskan kepada generasi yang akan datang.
Implementasi IOTEGG sangat krusial untuk memastikan bahwa telur asin tidak hanya tetap ada sebagai bagian dari warisan budaya, tetapi juga tumbuh sebagai produk ekonomi yang kuat dan relevan di pasar global yang semakin digital.(id29)










