LPAIK UM Tapsel Terjunkan Kader Edukasi Warga Di Ramadhan

  • Bagikan
Kader LPAIK UM Tapsel saat beri pencerahan dan edukasi kepada warga di salah satu masjid yang di kunjungi Tim Safari Ramadhan 1445 H UM Tapsel. Waspada/ist.
Kader LPAIK UM Tapsel saat beri pencerahan dan edukasi kepada warga di salah satu masjid yang di kunjungi Tim Safari Ramadhan 1445 H UM Tapsel. Waspada/ist.

P.SIDIMPUAN (Waspada) : Sekolah Kader Lembaga Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPAIK) Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel) terjunkan belasan kader untuk memberikan pencerahan dan edukasi terhadap warga di bulan Ramadhan.

Rektor UM Tapsel, Muhammad Darwis MPd didampingi Kepala LPAIK UM Tapsel, Mulyadi Hermanto Nasution MA dan Divisi Pengkaderan LPAIK, Ihsan Siregar MPd, Selasa (19/3) mengatakan, kader LPAIK UM yang diterjunkan tersebut merupakan bagian dari Tim Safari Ramadhan 1445 H/2024 M UM Tapsel.

Kader LPAIK yang menjadi bagian dari Tim Safari Ramadhan UM Tapsel tersebut, ucap Rektor diberi tugas memberikan pencerahan dan edukasi kepada masyarakat terkait Ramadhan di Wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.

Mahasiswa Sekolah kader LPAIK UM Tapsel yang memberikan pencerahan dan edukasi pada masyarakat melalui kultum Safari Ramadhan tersebut, yakni Fitrah Aulia, Inurliati Hutasuhut, Nurul Arifah Zahra, Resti Amanda, Ummul Amini, Arnisah Siregar, Nadiyah Safitri, Septia Mutiara Nadila, Khoiriah, Cindy Amelia, Putriana Situmorang, Herlindiyah Anggraini dan Maulida Harefa.

Selain berbicara terkait Ramadhan di berbagai masjid yang dikunjungi tim Safari Ramadhan UM Tapsel dari tanggal 14 sampai 15 Maret 2024, kader LPAIK yang merupakan mahasiswa semester 2 dan 4 dari berbagai jurusan di UM Tapsel juga memberi motivasi kepada generasi muda untuk semangat belajar, beribada dan juga berbicara tentang gerakan Muhammadiyah.

“Kegiatan Safari Ramadhan ini menjadi ruang dan sarana bagi kader untuk menguji kemampuan dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam sekolah kader. Kompetensi yang diajarkan kepada mereka dalam sekolah kader terkait keislaman, dakwah, tajdid dan Kemuhammadiyahan,” jelas Rektor UM Tapsel.

Mahasiswa sebagai generasi intelektual, lanjut Mhd Darwis, bukan hanya menimba ilmu secara formal, tapi juga harus mau belajar secara informal sehingga memiliki bekal ilmu tambahan dalam menghadapi asa dan cita di tengah persaingan hidup yang semakin ketat.

Rektor berpesan kepada kader untuk benar-benar menjadi kader Muhammadiyah yang sejati. “Kita berharap kader ini tidak hanya menjadi kader persyarikatan, tapi juga menjadi kader ummat dan kader bangsa. Mereka diharapkan meneruskan perjuangan Muhammadiyah di masa depan,” khatamnya. (a39)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *