Si ‘Belang ‘Kembali Serang Warga Sei Lepan 

  • Bagikan
BBTNGL dan pihak terkait lainnya melakukan pengamanan dan pasang Kandang jebak di sekitar TKP pasca penyerangan Harimau Sumatera terhadap dua warga Sei Lepan Kab.Langkat, Jumat (15/3). Waspada/ist 
BBTNGL dan pihak terkait lainnya melakukan pengamanan dan pasang Kandang jebak di sekitar TKP pasca penyerangan Harimau Sumatera terhadap dua warga Sei Lepan Kab.Langkat, Jumat (15/3). Waspada/ist 

P.BRANDAN (Waspada): Setelah 4 hari sebelumnya, petani cabai diterkam harimau, kini giliran M Ikhwan Sembiring, 41, seorang buruh harian lepas warga Sidorejo, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan Kab. Langkat kembali diserang si ‘Belang’.

Camat Sei Lepan M Iqbal Ramadan ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (15/3/24) membenarkan peristiwa penyerangan harimau terhadap warganya. 

Disebutkan, peristiwa itu terjadi Kamis (14/3) sore, ketika itu korban sedang memanen sawit milik warga di Desa Sidorejo Damar Hitam yang berdekatan dengan kediaman korban. 

Tiba-tiba korban diterkam Harimau dan menggigit serta mencakar kaki korban. Korban melawan dan lepas dari cengkeraman harimau tersebut seraya melarikan diri menggunakan sepeda motornya.

Akibat terkaman si Raja Hutan, kaki dan paha korban terluka dan korban dirawat di salah satu rumah medis di desa tersebut. 

Si 'Belang 'Kembali Serang Warga Sei Lepan 

Pasang Kandang Jebak

Pasca penyerangan Harimau Sumatera kembali terhadap dua warga Sei Lepan, BBTNGL dan pihak terkait lainnya melakukan pengamanan di lokasi penyerangan Harimau Sumatera. 

Kepala Bidang Pengelolaan Wilayah III Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Palber Turnip ketika dikonfirmasi Jumat (15/3) mengatakan, pihaknya telah melakukan pengamanan terhadap warga dengan menggunakan senjata api dan mercon. 

“Tim kita di lapangan membantu pengamanan warga  dengan senjata api, mercon. Hari ini juga sudah terpasang satu kandang jebak, besok akan dipasang satu unit lagi,” katanya melalui pesan WhatsApp. 

Menurut Turnip, harimau yang menyerang dua korban merupakan harimau yang sama. “Kalau melihat jarak dan cerita korban, kemungkinan besar harimau yang sama,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya tidak memasang kamera trap. “Karena memang dengan menyerang dua korban, tujuan utama kita adalah menangkapnya,” terang Turnip.(cbap)

Baca juga:

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *