BLANGPIDIE (Waspada.id): Potret kemiskinan yang menyentuh hati kembali mencuat dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Munarwati, seorang ibu yang tinggal bersama dua anaknya di Dusun Ujung Aron, Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, selama ini harus bertahan di rumah berdinding lapisan plastik, yang jauh dari standar kelayakan hunian.
Kondisi tersebut langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Kecamatan Manggeng. Camat Manggeng, Ridha Wiyardi, didampingi Sekretaris Camat Edi Fitri, bersama perangkat kecamatan dan Kades Lhok Pawoh, Amiruddin, turun langsung ke lokasi, Kamis (16/4), untuk memastikan penanganan segera, bagi keluarga tersebut.
Dalam kunjungan itu, rombongan tidak hanya meninjau kondisi rumah, tetapi juga menyerahkan bantuan sembako, sebagai bentuk kepedulian awal. Ridha mengaku prihatin melihat kondisi tempat tinggal Munarwati, yang dinilai tidak manusiawi dan berisiko bagi keselamatan, terutama bagi anak-anak. “Kami tidak ingin ada warga yang hidup dalam kondisi seperti ini. Ini bukan sekadar soal tempat tinggal, tetapi menyangkut martabat dan masa depan keluarga, terutama anak-anak yang harus tumbuh dalam lingkungan yang layak,” ujar Ridha.
Ia menegaskan, pemerintah kecamatan bergerak cepat, dengan berkoordinasi bersama pemerintah kabupaten, untuk mengupayakan bantuan rumah layak huni bagi Munarwati.
Menurutnya, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam situasi yang menyentuh aspek kemanusiaan. “Begitu kami menerima laporan, kami langsung turun. Pemerintah tidak boleh lambat dalam merespons persoalan mendasar seperti ini. Ini adalah panggilan nurani, bukan sekadar tugas administratif,” tegasnya.
Ridha juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan, agar persoalan serupa dapat ditangani secara sistematis dan berkelanjutan. Ia menyebutkan, program prioritas Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli, memang menempatkan perhatian pada fakir miskin dan anak yatim, sebagai fokus utama pembangunan sosial.
Sementara itu, Kades Lhok Pawoh, Amiruddin, menyatakan kesiapan penuh pemerintah desa untuk mendukung proses administrasi dan teknis, agar bantuan rumah layak huni dapat segera direalisasikan. “Kami akan mengawal ini sampai tuntas. Sinergi antara desa, kecamatan, dan kabupaten menjadi kunci agar bantuan ini tidak hanya wacana, tetapi benar-benar terwujud,” katanya.
Di sisi lain, Munarwati tak kuasa menahan haru saat menerima kunjungan tersebut. Baginya, perhatian yang datang menjadi secercah harapan baru di tengah keterbatasan yang selama ini dihadapi bersama kedua anaknya.
Langkah cepat yang ditunjukkan Camat Manggeng ini menjadi cerminan bahwa birokrasi yang responsif dan berempati, masih hadir di tengah masyarakat. Ketika kepekaan sosial berjalan seiring dengan tindakan nyata, harapan akan perubahan bukan lagi sekadar janji.(id82)










