Usaha Pertanian di Sumut Capai 1,517 Juta Unit

  • Bagikan
Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin, saat memberi keterangan kepada media pada Rakorda ST2023 dan Rilis Angka ST2023 Tahap 1, di Grand City Hall, Medan, Senin (4/12/2023).
Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin, saat memberi keterangan kepada media pada Rakorda ST2023 dan Rilis Angka ST2023 Tahap 1, di Grand City Hall, Medan, Senin (4/12/2023).

MEDAN (Waspada): Berdasarkan hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2023 (ST2023), jumlah usaha pertanian di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2023 sebanyak 1.517.141 unit.

Jumlah usaha tersebut didominasi oleh Usaha Pertanian Perorangan (UTP) sebanyak 1.516.399 unit atau 99,95%. Kemudian Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB) sebanyak 435 unit (0,03%) dan Usaha Pertanian Lainnya (UTL) sebanyak 307 unit (0,02%).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Nurul Hasanudin menyebutkan, jumlah usaha pertanian tahun 2023 hasil ST2023 mengalami penurunan 11,25% dari tahun 2013 yang sebanyak 1.709.546 unit usaha.

“Hasil ST2023, UTP di Provinsi Sumut tahun 2023 sebanyak 1.516.399 unit, berkurang 11,26% dari tahun 2013 yang sebanyak 1.708.766 unit. UTP paling banyak terdapat di Kabupaten Langkat dengan jumlah 151.079 unit atau 10% dari UTP di Sumut,” ungkap Nurul Hasanudin pada Rakorda ST2023 dan Rilis Angka ST2023 Tahap 1, di Grand City Hall, Medan, Senin (4/12/2023).

Selanjutnya, kabupaten/kota dengan jumlah UTP terbanyak kedua dan ketiga yaitu Kabupaten Simalungun dan Deliserdang masing-masing sebanyak 137.426 unit (9,06%) dan 113.052 unit (7,46%). Sementara itu, UTP paling sedikit terdapat di Kota Tebing Tinggi dengan jumlah 3.164 unit atau 0,21% dari UTP di Sumut.

Hasan, sapaan akrab Nurul Hasanudin, mengatakan, untuk Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) hasil ST2023 tahun 2023 sebanyak 1.488.796 rumah tangga atau naik 12,13% dibandingkan tahun 2013 yang sebanyak 1.327.759 rumah tangga. Namun, seluruh subsektor mengalami penurunan jumlah RTUP kecuali subsektor hortikultura.

Hasan menyebutkan, keberagaman subsektor yang diusahakan RTUP tahun 2023 lebih kecil bila dibandingkan dengan RTUP tahun 2013.

RTUP Tanaman Pangan turun 12,85% menjadi 645.847 rumah tangga, RTUP Perkebunan turun 14,16% menjadi 805.923 rumah tangga, RTUP Peternakan turun 17,89% menjadi 439.005 rumah tangga, RTUP Perikanan turun 10,02% menjadi 68.320 rumah tangga, RTUP Kehutanan turun 65,67% menjadi 19.268 rumah tangga.

“Penurunan paling besar terjadi pada RTUP Jasa Pertanian yaitu 75,83% menjadi 12.510 rumah tangga. Sedangkan RTUP Hortikultura naik 4,65% menjadi 415.665 rumah tangga,” ujarnya.

Sementara itu, rasio UTP terhadap RTUP 2023 sebesar 1,02 yang berarti bahwa pada 100 RTUP akan terdapat 102 UTP. Rasio UTP terhadap RTUP 2023 lebih rendah 0,27 poin daripada tahun 2013 yang sebesar 1,29.

“Bersyukur kita sudah bisa merilis di 4 Desember ini untuk data tahap 1. Data-data terkait Sensus Pertanian ini akan menjadi satu bahan yang cukup untuk perencanaan kita terkait dengan sektor-sektor pertanian,” kata Hasan seraya menyebutkan, ST2023 ini dilaksanakan di bulan Juni dan Juli tahun 2023.

Hasan menambahkan, data ST2023 ini juga memotret sektor yang paling dominan di Sumut. Hal yang dipotret terkait dengan jumlah petani, produksi dan data lain yang bergerak disektor tersebut.

“Dari hasil ST2023 ini, sektor perkebunan menjadi yang paling dominan di Sumut. Meskipun ditanaman pangan cukup banyak, tapi yang paling dominan tetap di perkebunan,” katanya. (m31)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *