Kemenko Marvest Pindahkan Tuan Rumah F1H2O Ke Samosir Secara Sepihak

Kabupaten Toba Gigit Jari

  • Bagikan
Kemenko Marvest Pindahkan Tuan Rumah F1H2O Ke Samosir Secara Sepihak
Flayer pelaksanaan event F1H2O di Danau Toba, Kabupaten Toba. Waspada/Ist

TOBA (Waspada): Nasib apes dirasakan kabupaten Toba setelah sukses sebagai tuan rumah Formula One Power Boat (F1H2O) dua kali, secara sepihak Kemenko Marvest memindahkan tuan rumah F1H2O ke Kabupaten Samosir. Kini warga Toba hanya bisa gigit jari dan harus siap kehilangan omzet puluhan miliar.

Pemindahan tuan rumah event internasional F1H2O disampaikan langsung oleh Deputi Bidang pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarvest), Odo R.Manuhutu pada rapat yang digelar secara virtual bersama Injourney, BPODT, Pemkab Samosir, Pemkab Toba dan beberapa instansi terkait, Rabu (27/3).

Rapat via zoom tersebut sebelumnya membahas tiga poin penting, yakni pengembangan pariwisata Kaldera Toba bersama BPOT, masalah lahan Bandara Sibisa, dan dan evaluasi pelaksanaan F1H2O.

Asisten II Pemkab Toba, Joni Lubis ketika dikonfirmasi Waspada membenarkan bahwa dalam rapat via zoom tersebut telah diputuskan Kabupaten Samosir akan menjadi tuan rumah F1H2O 2025 mendatang. Selain itu, seri puncak Aquabike Jetski World Championship yang sebelumnya digelar di Kabupaten Toba juga akan dilaksanakan di Kabupaten Samosir. Aquabike Jetski World Championship akan digelar di empat kabupaten yakni, Kabupaten Simalungun, Karo, Dairi dan Samosir.

“Kita belum tau pasti apa alasan pemindahan tuan rumah F1H2O, memang tadi ada disinggung mengenai kekurangan kita sebagai tuan rumah, tapi sayangnya langsung diputuskan secara sepihak tanpa meminta tanggapan dari kita selaku tuan rumah,” ujar Joni Lubis.

Joni pun mengaku belum menerima Salinan hasil rapat. Secara rinci, alasan pemindahan tersebut pasti dituliskan dalam notulen rapat. Pihaknya kini masih menunggu notulensi rapat untuk dibahas kembali di Kabupaten Toba.

“Informasinya memang tadi seperti itu, tapi belum ada kita dapatkan hasil notulen rapat untuk mengetahui alasan apa pemindahan tuan rumah F1H2O. Terkait pemindahan itu tadi langsung disampaikan pak Odo Manuhutu,” tuturnya.

Pemkab Toba mengaku sangat kecewa dengan keputusan tersebut. Pihaknya belum bisa memberikan tanggapan resmi terkait pemindahan tersebut dengan alasan Bupati Toba sedang tugas ke luar kota.

“Tentu kita kecewa dengan keputusan Kemenko Marvest ini dan kita sangat terkejut. Kita masih menunggu notulensi rapatnya. Kalaupun ada seperti itu, maunya disampaikan dulu dan diberikan kesempatan untuk berbenah diri sebelum diputuskan. Tujuan pemindahannya saya sendiri tidak tahu, apakah itu benar karena ada kekurangan kita sebagai tuan rumah, atau apakah tujuannya untuk peningkatan dan pemerataan ekonomi pariwisata se kawasan Danau Toba?,” terang Joni.

Joni mengakui, dalam rapat ada disampaikan beberapa kekurangan kabupaten Toba sebagai tuan rumah. Akan tetapi dari apa yang disampaikan itu, Joni menilai kurang signifikan untuk dijadikan alasan utama memindahkan tuan rumah F1H2O.

“Tadi disinggung soal MC yang kurang profesional karena MC tidak bisa menyebutkan nama pembalapnya secara detail, dan lain-lain. Padahal bukan kita yang memilih MC, tapi mereka. Akomodasi yang masih kurang memadai dan kenaikan harga yang dinilai terlalu tinggi. Nah inikan hal-hal umum yang sebenarnya masih bisa kita perbaiki, seharusnya masih bisa kita komunikasikan. Sekali lagi, kita belum tau pasti apa alasan pemindahan ini,” pungkas Joni Lubis. (rg)

  • Bagikan

Respon (5)

  1. Memang penilaian saya untuk event kelas internasional seperti itu Pemda terkesan cuek kepada pengunjung..terlihat dari tidak adanya fasilitas umum yg disediakan diluar sekitaran venue..terkesan melepas masyarakat untuk bertransaksi dengan pengunjung tanpa terkoordinir…seperti saya tidak dapat penginapan tahun ini dan harus tidur di mobil..dan kamar mandi umum yg tidak disediakan harus numpang ke rumah2 warga…liburan yg menjengkelkan.

  2. Ada baiknya memang digilir lah untuk tuan rumah, supaya semua pemkab jg terpacu mwnjadi tuan rumah terbaik,trus pembangunan venue yg dibiayai pusat juga jd merata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *