Sekda Aceh Utara Sambut Kepulangan Pahlawan Daerah Dari Simelue

Laporan: Maimun Asnawi, S.Hi.,M.Kom.I

  • Bagikan
Plt Kepala Dinas Syari’at Islam Kabupaten Aceh Utara, Hadaini, Senin (4/12) pukul 22:00 melaporkan seluruh kegiatan peserta MTQ Provinsi Aceh ke-36 di Kabupaten Simeulue kepada Sekda Aceh Utara, Dr A Murtala, M.Si dan seluruh tamu undangan di Pendopo Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe. Waspada/Maimun Asnawi
Plt Kepala Dinas Syari’at Islam Kabupaten Aceh Utara, Hadaini, Senin (4/12) pukul 22:00 melaporkan seluruh kegiatan peserta MTQ Provinsi Aceh ke-36 di Kabupaten Simeulue kepada Sekda Aceh Utara, Dr A Murtala, M.Si dan seluruh tamu undangan di Pendopo Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe. Waspada/Maimun Asnawi

“Rasanya kami baru pulang dari medan perang. Kondisi kami sangat lelah setelah menempuh perjalanan laut dari Pelabuhan Sinabang menuju Pelabuhan Calang yang menghabiskan waktu mencapai 14 jam. Saat pulang, kondisi gelombang cukup tinggi hingga kami di dalam kapal Aceh Hebat harus duduk semuanya. Alhamdulillah berkat doa bapak-ibu dan seluruh masyarakat, kami tiba di Pendopo Bupati Aceh Utara malam ini dalam kondisi selamat dan sehat.”

HAL itu diutarakan oleh Plt Kepala Dinas Syari’at Islam Kabupaten Aceh Utara, Hadaini di hadapan Sekda Aceh Utara, Dr A Murtala, Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali, SE.,MM, Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, para staf ahli, seluruh kepala dinas dan kepada seluruh tamu undangan yang datang menyambut kepulangan kafilah MTQ Provinsi Aceh ke-36, Senin (4/12) pukul 22:00 di Pendopo Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe.

Hadaini mengucapkan terimakasih banyak kepada Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin yang telah mengirimkan tim medis hebat ikut bersama para kafilah. Pasalnya, setiap dua hari sekali, tim medis rutin memeriksa kondisi kesehatan seluruh peserta dan Alhamdulillah, sebut Hadaini, sejak hari pertama hingga hari terakhir tampil, kondisi seluruh peserta tetap prima.

“Bahkan kondisi seluruh peserta, seluruh tim pedamping dan official yang berjumlah total sebanyak 119 orang dalam kondisi sehat wal afiat hingga tiba di Pendopo Bupati Aceh Utara. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada bapak dan ibu yang telah mendoakan kami,” ucap Hadaini.

Hal paling membanggakan, sebut Hadaini, walau dengan biaya seadanya, pihaknya tetap memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menikmati lobster. Pasalnya, Kabupaten Simeulue adalah daerah penghasil lobster.

“Di sana, seluruh peserta tua dan muda semuanya makan lobster termasuk pedamping, official dan tim medis, karena kita datang ke kabupaten penghasil lobster. Jadi kalau belum makan lobster sepertinya belum sah datang ke Simeulue,” lapor Hadaini yang disambut tepuk tangan hadirin.

Tawa hadirin pecah ketika Hadaini menyampaikan, panitia MTQ Provinsi Aceh ke-36 Simeulue menyuguhkan memek (kuliner khas Simeulue) untuk 119 kafilah dari Aceh Utara. Tawa hadirin pecah karena penyebutan nama menu tersebut yang dinilai lucu.

Kata Hadaini, memek adalah menu khas dengan bentuk mirip bubur dibuat dari pisang, beras ketan dan santan. “Namanya unik dan lucu. Menurut penjelasan orang Simeulue, memek berasal dari kata mamemek yang artinya menguyah. Dulu nenek moyang Aceh di sana suka menguyah-ngunyah beras ketan yang dicampur pisang. Kami semua makan memek di sana,” kata Hadaini yang disambut tawa hadirin.

Baru kemudian, Hadaini melaporkan, selama berada di Simeulue, dari 55 peserta sebanyak 11 peserta berhasil tampil di babak final dengan perolehan nilai 37. Setiap peserta yang berhasil meraih juara I diberikan lima poin, juara II tiga poin, dan juara III satu poin.

Kata Hadaini, ada 6 peserta yang berhasil meraih juara I yaitu Khairani peserta Cabang Tilawah Remaja, Zulkhairi Cabang Qiraat Sab’ah Remaja Murattal, Elvina Zuhra Cabang Hifdzil 10 jus, Raisya Annazira Cabang Hifdzil 20 jus, Hurul ‘Ainul Kamila Cabang Tafsir Bahasa Arab, dan Qaisal Ridha Cabang Khattil Qur’an golongan Buku Naskah.

“Dari 6 peserta tersebut kita berhasil mengantongi 30 poin, karena setiap peserta yang mendapatkan juara 1 mendapatkan 5 poin,” terang Hadaini.

Selanjutnya, kata Hadaini, untuk Cabang Syarhil Qur’an dengan tiga peserta yaitu Amzar Al-Ehyar, Muhammad Al Walid MZ, dan Muhammad Faruq Fauza berhasil meraih juara II dengan perolehan 3 poin. Dan empat peserta berhasil mendapatkan juara III masing-masing Nafsiah Cabang Tilawah Golongan Canet, Muhammad Nawal Mubarak Cabang Tafsir Bahasa Arab, Azlina Cabang Khattil Qur’an Gol Dekorasidan Ahyar Arrayyan Cabang Khattil Qur’an Gol Kontemporer.

“Setelah ditambah poin peserta juara II dan juara III maka total poin yang berhasil kita kumpulkan sebanyak 37. Seandainya peserta atas nama Nafsiah tidak naik gula darahnya pada penampilan ke dua, kami yakin, Nafsiah berhasil tampil sebagai juara I. Dan jika Nafsiah juara I, maka kemungkinan besar Aceh Utara berada pada peringkat III karena terjadi penambahan poin,” ujarnya.

Terakhir, Hadani dengan senyum bahagia di atas pentas mengaku puas dengan perjuangan seluruh peserta MTQ Provinsi Aceh ke-36 Simeulue yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Aceh Utara dengan perolehan Juara 4 se-Aceh. Betapa tidak, Aceh Utara sudah beberapa tahun tidak sempat melaksanakan MTQ tingkat kabupaten akibat berbagai persoalan.

Amatan pihaknya di arena MTQ kemarin, sambung Hadaini, tidak tertutup kemungkinan Kabupaten Aceh Utara akan meraih juara umum pada MTQ Provinsi Aceh berikutnya. Pasalnya, nyaris seluruh peserta MTQ kali ini berusia muda dan memiliki kemampuan di atas rata-rata. Dan diharapkan tahun depan tidak ada halangan untuk dilaksanakan MTQ tingkat kabupaten di Aceh Utara.“Alhamdulillah dengan persiapan seadanya kita berhasil memperbaiki peringkat. Tahun lalu kita berhasil meraih peringkat 5 dan tahun ini kita berhasil meraih juara 4.”

Selamat Datang Pahlawan Daerah

Selanjutnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Utara, Dr A Murtala, M.Si dihadapan para tamu undangan mengucapkan selamat datang kepada seluruh kafilah MTQ Provinsi Aceh ke-36 Kabupaten Simeulue. Kemudian mengucapkan terimakasih banyak kepada para peserta, pedamping, official, dan seluruh tim medis yang telah berjuang keras dan berhasil mengharumkan nama Kabupaten Aceh Utara di arena MTQ.

“Selamat datang para kafilah MTQ yang tiba dengan selamat dan akan kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua yang terlibat dalam rombongan kafilah yang telah berhasil meraih peringkat 4. Ini prestasi luar biasa setelah melalui persaingan ketat. Semoga ke depan prestasi dapat kita tingkatkan,” ucapnya.

Namun, lanjut A Murtala, hal paling penting dari even ini adalah bagaimana kita semua mengaplikasikan seluruh kandungan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari kita masing-masing.

“Sejak pelepasan keberangkatan para kafilah hingga pada hari terakhir di sana, kami selalu memantau setiap hari bahkan setiap jam. Dan kami selalu berdoa untuk kesuksesan dan keselamatan para kafilah. Alhamdulillah, seluruh peserta, pedamping, official dan tim medis telah sampai di daerah dengan selamat dengan membawa prestasi dan tidak berlebihan, jika kami menyebut Anda semua sebagai pahlawan daerah yang patut kami puji dan banggakan,” ucapnya.

Prestasi ini, lanjut Murtala, tentu saja tidak terjadi dengan serta merta, namun merupakan hasil kerja keras yang melibatkan banyak pihak dan tentunya dukungan seluruh masyarakat Aceh Utara. Dan Murtala mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus LPTQ Aceh Utara. Berkat bantuan dan dorongan pengurus LPTQ peserta berhasil meraih juara 4 melalui pemusatan pelatihan. WASPADA.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *