Banjir Memutus Jalur Distribusi, Harga Cabai Di Medan Turun

  • Bagikan
Harga cabai di Kota Medan kembali mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/11). Banjir yang melanda sejumlah wilayah yang menjadi basis konsumen telah memicu terjadinya penumpukan stok barang yang membuat harga cabai mengalami penurunan.
Harga cabai di Kota Medan kembali mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/11). Banjir yang melanda sejumlah wilayah yang menjadi basis konsumen telah memicu terjadinya penumpukan stok barang yang membuat harga cabai mengalami penurunan.

MEDAN (Waspada): Harga cabai di Kota Medan kembali mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/11). Banjir yang melanda sejumlah wilayah yang menjadi basis konsumen telah memicu terjadinya penumpukan stok barang yang membuat harga cabai mengalami penurunan.

Ketua Tim Pemantau harga kebutuhan pangan di Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, harga cabai merah di Kota Medan mengalami penurunan yang cukup tajam jika membandingkan posisi harga terakhir pada Jumat 4 November 2022 lalu.

Gunawan menyebutkan, berdasarkan data PIHPS, di Medan harga cabai merah saat ini berada dikisaran Rp23.700 per Kg, atau anjlok dari posisi rata-rata pada hari Jumat yang sempat dijual di kisaran 28.800 per Kg.

“Penurunan harga cabai merah pada dasarnya sudah berlangsung sejak libur akhir pekan kemarin. Harga cabai rawit di Kota Medan juga terpantau mengalami pelemahan dari kisaran harga Rp27.300 per Kg pada Jumat, menjadi Rp25.300 per Kg pada hari ini,” ujarnya.

Menurut pengamat ekonomi Sumut ini, meskipun kondisi berbeda ditunjukan pada rata-rata harga cabai di wilayah Sumatera Utara (5 kota penyumbang IHK), namun harga komoditas cabai relatif tidak banyak mengalami perubahan (turun sekitar 100 hingga 1.000 per Kg). Dan harga cabai terpantau turun hanya dari dua kota yakni Medan dan Sibolga. Selebihnya kota penyumbng IHK di Sumut harga cabainya cukup stabil.

“Saat terjadi banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumut, jalur distribusi cabai dari sentra produksi ke Medan terpantau lancar. Hal ini mengakibatkan pasokan di pasar induk Kota Medan mengalami kenaikan,” katanya.

Sejumlah pedagang besar mengeluhkan penjualan yang menurun dari Langsa, dan Tebingtinggi sebelumnya. Dimana setiap pelanggan di masing-masing wilayah tersebut kerap berbelanja dengan kuantitas sekitar 3 sampai 5 ton cabai setiap harinya dari pasar induk.

“Dan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumut, sejumlah petani sempat menjual cabai di harga Rp10 ribu per Kg. Namun dari pantauan harga di pedagang besar awal pekan ini, harga cabai merah di tingkat petani sudah mulai membaik di atas harga Rp15 ribu per Kg. Jadi ada kemungkinan harga cabai bakal mengalami kenaikan harga,” sebutnya.

Gunawan menyebutkan, dari hasil pengamatan di lapangan, kondisi jalan yang terputus akibat banjir memang tidak membuat harga cabai di semua wilayah mengalami kenaikan. Karena jalur distribusi barang dari petani ke pedagang besar masih cukup baik.

“Meskipun terbilang banjir besar, namun banjir kali ini hanya sempat memutus distribusi barang dari pedagang besar ke pedagang pengecer di sejumlah titik,” tandasnya. (m31)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *