Jaga Stabilitas Harga Dan Pasokan, Pemprovsu Bersama BI Gelar HLM TPID & TPD2DD

  • Bagikan
Jaga Stabilitas Harga Dan Pasokan, Pemprovsu Bersama BI Gelar HLM TPID & TPD2DD

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) bersama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) gelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Se-Sumatera Utara, di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut, Kamis (7/3/2024).

HLM kali ini mengusung tema “Mendorong Penguatan Pasokan dan Efisiensi Rantai Pasok dalam rangka Menghadapi HBKN Ramadhan dan Idul Fitri 2024 serta Akselerasi Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah”.

Tema tersebut diambil untuk menetapkan langkah dan memperoleh arahan strategis dalam rangka menjaga stabilitas harga dan kesediaan pasokan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri serta sebagai upaya mendorong perluasan dan percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah

HLM TPID dan TP2DD dipimpin langsung oleh Pj Gubernur Sumatera Utara dan dihadiri oleh seluruh anggota TPID dan TP2DD Provinsi serta Kabupaten/Kota yang terdiri dari para kepala daerah atau yang mewakili, kepala OPD terkait, instansi vertikal dan unsur Forkopimda Provinsi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, IGP Wira Kusuma dalam pemaparannya tentang langkah pengendalian inflasi menjelang HBKN dan percepatan TP2DD di Sumatera Utara menyampaikan, berdasarkan historis, perkembangan inflasi menunjukkan kecenderungan meningkat pada saat menjelang dan saat periode Ramadhan dan Idul Fitri. Komoditas pendorong inflasi pada periode tersebut bervariasi, namun didominasi komoditas pangan dan komoditas administered prices.

“Oleh karena itu, perlu diwaspadai terhadap kenaikan harga daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras serta tarif angkutan udara akibat tingginya permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, harga komoditas beras diprakirakan akan tetap menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi hingga musim panen tiba pada akhir Maret/awal April 2024 mendatang,” ujar Wira Kusuma.

Dia menyebutkan, dalam rangka monitoring dan evaluasi strategi pengendalian inflasi Sumatera Utara dapat dilakukan melalui pemetaan strategi pengendalian inflasi 4K di Sumatera Utara seperti mengoptimalkan anggaran (BTT dan dana dekon) untuk gerakan pangan murah, implementasi sistem deteksi dini (early warning system), optimalisasi pasar murah melalui pasar murah keliling, melaksanakan kampanye belanja bijak untuk menjaga ekspektasi inflasi, dan pemberian subsidi ongkos angkut distribusi pangan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Selain itu, pengendalian inflasi juga perlu didukung dengan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran dan juga optimalisasi penggunaan anggaran fiskal yang efektif dan tepat sasaran, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih efisien.

“Perkembangan Program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Sumatera Utara khususnya ketersediaan kanal non tunai pada transaksi Penerimaan Asli Daerah telah menunjukkan angka optimal (99% non tunai). Meskipun demikian, dan aspek realisasi dapat dilakukan penguatan pemanfaatan kanal Non tunai khususnya QRIS,” ujarnya.

Dalam rangka mendukung penguatan dan perbaikan kinerja secara berkelanjutan dilakukan melalui tindak lanjut jangka pendek, seperti percepatan penyusunan Perkada guna mendukung implementasi KKI. Untuk tindak lanjut jangka panjang dilakukan melalui penguatan ekosistem digital pemda termasuk pemutakhiran & integrasi data.

Sementara itu, Pj. Gubernur Sumut, Hassanudin, dalam sambutannya menyampaikan perkembangan inflasi di Sumatera Utara secara keseluruhan tahun 2023 menunjukkan angka inflasi yang terkendali dengan angka 2,25% (yoy).

Untuk Februari 2024, gabungan 8 kabupaten/kota IHK mencatatkan inflasi 0,41% (mtm) atau 2,50% (yoy). Selain itu, apabila melihat data BPS, komoditas cabai merah menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada bulan Februari 2024, yang kemudian diikuti dengan komoditas daging ayam ras, beras, dan minyak goreng.

Dari data historis tersebut, komoditas pangan menjadi penyumbang utama inflasi Sumatera Utara. Kemudian untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok saat Menjelang HBKN Ramadhan dan Idul Fitri Pj Gubernur Sumut mendorong seluruh Bupati, Walikota, dan Pimpinan OPD secara aktif melaksanakan 9 arahan Menteri Dalam Negeri dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idulfitri 2024 yakni sebagai berikut:

1. Pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia; 2. Rapat teknis tim pengendalian inflasi daerah; 3. Menjaga pasokan dan barang pokok penting; 4. Perencanaan gerakan menanam; 5. Melaksanakan operasi pasar murah; 6. Sidak ke pasar distributor agar tidak menahan barang; 7. Berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan; 8. Merealisasikan BTT untuk dukungan pengendalian inflasi; 9. Memberikan bantuan transportasi dari APBD.

Dalam pertemuan ini, Hassanudin juga mendorong dan menugaskan seluruh Bupati/Walikota serta kepala OPD terkait untuk mengoptimalisasi peran Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dalam memonitoring perkembangan berbagai program elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Tidak hanya dari sisi belanja daerah tetapi juga penerimaan daerah.

Penerimaan daerah berupa pajak dan retribusi yang semula masih diterima secara tunai dapat segera dilakukan transformasi menjadi non tunai dalam rangka good governance.

Hadirnya TP2DD tentunya untuk menjamin kebermanfaatan program elektronifikasi transaksi Pemda agar bermanfaat bagi ekonomi dan masyarakat melalui peningkatan pendapatan asli daerah.

Dalam HLM TPID & TP2DD kali ini turut diselenggarakan Capacity Building dengan mengundang pemateri dari Kementerian Perekonomian RI diantaranya, Andniansyah selaku Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal, dan Puji Gunawan selaku Asisten Deputi Perekonomian Daerah dan Sektor Ril.

Dalam paparannya Adriansyah menyampaikan langkah-langkah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga di daerah pada Ramadhan dan Idulfitri 2024 berdasarkan Himbauan Menko Perekonomian dalam Surat No.PK.TPID/45/M.EKON/2/2024 yakni mengintensifkan pemantauan dan sinergi pengawasan, mengintensifkan optimalisasi intervensi pasar, memastikan ketersediaan stok dan pasokan komoditas pangan, memastikan kelancaran distribusi pasokan pangan, peninjauan dan koordinasi penetapan kebijakan tarif daerah serta moral suasion ekspektasi masyarakat terhadap ketersediaan bahan pokok.

Kemudian Puji Gunawan juga turut memberikan himbauan agar semangat dan komitmen TP2DD di Sumatera Utara terus terjaga untuk mendukung percepatan dan perluasan ETPD secara berkesinambungan, mempertahankan dan meningkatkan capaian Indeks ETPD pada Kategori Digital serta dapat meraih prestasi Kembali sebagai TP2DD Terbaik di Wilayah Sumatera pada Tahun 2024. (m31)

  • Bagikan