Pemilihan GM Geopark Kaldera Toba Harus Transparan, Profesional & Bebas Dari Intervensi.

Ir Jonathan Ikuten Tarigan

  • Bagikan
Pemilihan GM Geopark Kaldera Toba Harus Transparan, Profesional & Bebas Dari Intervensi.

1.Badan Pengelola ( BP ) Geopark Kaldera Toba adalah wadah pengelolaan kawasan danau Toba dalam penyelenggaraan edukasi tentang geopark,konservasi, utamanya konservasi warisan bumi ( geoheritage ) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan penyelenggaraan pariwisata berbasis kebumian atau geowisata.
2.Geopark adalah wadah pengelolaan kawasan berjejaring global dibawah Divisi Ekologi dan Ilmu Kebumian Organisasi Pendidikan,Ilmu Pengetahuan,dan Kegudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa ( UNESCO ).Untuk dapat diterima sebagai anggota Unesco Global Geopark ( UGGp ) sebuah kawasan yang diusulkan ke UNESCO harus memiliki nilai-nilai geologi bertaraf internasional.Geopark Kaldera Toba diterima dan menjadi anggota UNESCO Global Geopark dikarenakankawasan Danau Toba memiliki nilai ilmiah geologi bertaraf internasional atau global yaitu sebuah kawah gunungapi raksasa.
3.Geopark atau Taman Bumi adalah konsepsi , rancangan dan rencana aksi untuk pelestarian bumi.Inisiator dari geopark adalah para ahli geologi dari Eropa antara lain Prof.Guy Martini ( Prancis ),Prof.Nicholaus Zourous ( Yunani ) dan ahli ahli geologi lainnya . Para ahli geologi itu merasa prihatin akan kerusakan bumi di berbagai tempat di dunia.Kerusakan itu dikarenakan eksploitasi terhadap bumi melalui berbagai kegiatan seperti pertambangan , penebangan hutan dan kegiatan2 lainnya yang merusak bumi.Geopark selanjutnya dicetuskan dan dilahirkan di Eropa dan membentuk Jaringan Geopark Eropa .Dalam upaya membangun gerakan geopark global untuk pelestarian bumi selanjutya pengurus geopark Eropa menggandeng Unesco (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization ) dalam Divisi Ekologi dan Ilmu Kebumian.
4.Ada 3 ( tiga ) unsur utama dari geopark itu yaitu :
a.Warisan Bumi ( Geoheritage )
b.Cultural Heritage ( Warisan Budaya )
c.Warisan Hayati ( Bioheritage ).
Ketiga unsur2 utama dari geopark itu perlu dilestarikan dikarenakan di ketiga warisan itulah manusia menyelenggarakan dan melangsungkan kehidupannya.Konsepsi,rancangan dan rencana aksi yang ditempuh dalam rangka pelestarian warisan-warisan itu adalah dengan menyelenggarakan 3 kegiatan utama yaitu :
1.Edukasi
2.Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Setempat dan
3.Konservasi ( utamanya geokonservasi ) .
Penyelenggaraan edukasi tentang geopark adalah kegiatan pembelajaran tentang apa dan bagaimana geopark tersebut serta apa manfaat dari geopark serta untuk siapa manfaat dari geopark itu . Penyelenggaraan edukasi tentang geopark ditujukan kepada masyarakat seluas-luasnya tetapi secara khusus kepada berbagai lapisan masyarakat yang berada di kawasan geopark itu . Penyelenggaraan edukasi tentang geopark kepada masyarakat setempat dimaksudkan untuk membangkitkan kesadaran betapa warisan-warisan tersebut (warisan kebumian,warisan budaya,warisan hayati ) sangat menentukan keberlangsungan dan kualitas kehidupan di bumi baik secara global maupun secara setempat oleh karena itu perlu dijaga, dirawat dan dilestarikan secara berkelanjutan.Selanjutnya adalah pembangkitan dan pengembangan ekonomi masyarakat setempat yang terdapat di geopark itu dengan memanfaatkan warisan-warisan itu ( geoheritage,cultural heritage,biological heritage ) melalui kegiatan geowisata atau geopelancongan.Dengan terbangunnya pemahaman tentang geopark dan terbangkitkannya kesadaran betapa pentingnya menjaga dan melestarikan warisan warisan yang terdapat di bumi itu melalui kegiatan edukasi yang masif dan berkelanjutan serta dapat dirasakan secara nyata dan secara signifikan pembangkitan dan pengembangan ekonomi masyarakat setempat melalui kegiatan geowisata maka diproyeksikan bahwa masyarakat setempat akan secara aktif melakukan kegiatan mengkonservasi warisan-warisan itu utamanya pada warisan kebumian ( geokonservasi ).
Saat ini tahun 2023 , terdapat lebih kurang 200 an geopark global di 48 negara di dunia yang berada dalam Jaringan Geopark Global – Global Geopark Network ( GGN ) dibawah naungan UNESCO dalam Divisi Ekologi dan Ilmu Kebumian , Indonesia termasuk salah satunya.

5.Kronologi dan sejarah Geopark Kaldera Toba UNESCO ( Toba Caldera UNESCO Global Geopark ).
2011 : Atas inisiatif : 1.Ir.Mangindar Simbolon MM ( Bupati Kab.Samosir ),2.Firmansyah Ibrahim ( Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata ), 3.Ir.Hanang Samodra MSi ( Ahli geologi Badan Geologi Kem.ESDM – Perintis geopark di Indonesia ) dan 4.Achyaruddin ( Direktur pada Direktorat Jenderal Pengembangan Pariwisata Kem.Pariwisata ) diajukanlah Kawasan Danau Toba untuk menjadi bagian dari Jaringan Geopark Global UNESCO. Ahli Geologi/pakar geopark dalam pengusulan awal itu adalah Ir.Jonathan Tarigan.
2011-2012 : Pengumpulan data geoheritage,culture heritage,bioheritage dari kandidat geopark kaldera Toba oleh Ir.Jonathan Tarigan dengan dana pribadi.
21-25 Maret 2012 ,Ir.Jonathan Tarigan Ahli Geologi mendampingi Prof.Ibrahim Komoo ( Pakar/Assesor Geopark UNESCO ) dan.Dr.Norzaini Azman ( Pakar Pendidikan Geopark UKM Malaysia ) ke kawasan Danau Toba dalam rangka pengajuan geopark Toba menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark.
15-16 November 2012 , Ir.Jonathan Tarigan menyampaikan paparan tentang geoheritage,culture heritage dan bioheritage geopark kaldera Toba dalam rangka Aspiring ( pernyataan minat dan penyampaian kelayakan sebagai geopark global ) dihadapan Assesor Unesco : Prof.Guy Martini (Prancis), Prof.Patrick Mc Keaver (Irlandia), Prof.Ibrahim Komoo (Malaysia),Prof.Shafeaa Leman(Malaysia) di Museum Gunungapi G.Batur Kintamani Bangli Bali.Peserta penyampaian minat pada International Workshop on Aspiring Geopark of Indonesia pada 15-16 November 2012 di Bali itu terdiri dari 5 peserta yaitu : 1.Rinjani 2.Gunung Sewu 3.Merangin 4.Raja Ampat dan 5.Toba. Dalam Aspiring itu Toba terpilih sebagai pemenang dan berhak mengajukan DOSIER ke UNESCO untuk dinilai.
19-22 Desember 2012, Ir.JonathanTarigan mendampingi UNESCO ADVISORY VISIT dari assesor UNESCO Prof.Shafeea Leman ke kawasan Danau Toba dalam rangka Toba mengajukan DOSIER nya ke UNESCO. Pelepasan Assesor Geopark UNESCO dilakukan Sekdaprovsu Nuddin Lubis di bandara Polonia Medan.

2013-2015 Gubsu Gatot Pudjonugroho menetapkan Tim Percepatan Penetapan geopark toba menjadi Unesco global Geopark dengan ketua Ir.Sabrina Dalimunthe MSi.Pada kurun waktu 2013-2015 Tim Percepatan mengalami kegagalan dalam pengajuan DOSIER untuk ditetapkan sebagai UGGp.
2015-2017 Gubsu menetapkan Ir.Alimin Ginting sebagai General Manager(GM) Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba. Pada kurun waktu 2015-2017 ini Ir.Alimin Ginting mengalami kegagalan untuk membawa Toba menjadi Unesco Global Geopark.
Mei 2017 Gubsu T.Ery Nuryadi menetapkan Wagub.Brigjen Nurhajizah sebagai ketua Tim Percepatan Geopark Toba menjadi Unesco Global Geopark dan Dr.Ir.Wan Hidayati MSi sebagai General Manager BP Geopark Kaldera Toba.
Duet Srikandi Nurhajizah (birokrat Pemprovsu) dan Wan Hidayati ( ilmuwati ) berhasil membawa geopark kaldera Toba menjadi salah satu dari UNESCO GLOBAL GEOPARK ( UGGp ).

(Ir Jonathan Ikuten Tarigan Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *