“Boh Drien Nyoe Diseudeukah Keu Loen Tuan Dari Tangse, Tapi Yang Pakek Droe Neuh Pak Pj”

  • Bagikan
“Boh Drien Nyoe Diseudeukah Keu Loen Tuan Dari Tangse, Tapi Yang Pakek Droe Neuh Pak Pj”
Ketua MPU Aceh Utara, Abu Manan Blang Jruen, Rabu (19/7) pagi menyambut kedatangan Pj Bupati Aceh Utara, Dr. Drs. Mahyuzar, M.Si bersama rombongan di kediamannya.

USAI melaksanakan kegiatan shalat Subuh berjemaah dan mengikuti zikir akbar dalam rangka peringatan 1 Muharram 1445 H di Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (19/7) sekira pukul 08:00, Penjabat Bupati Kabupaten Aceh Utara, Dr. Drs. Mahyuzar, M.Si bersama dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara, Dr. A Murtala ditemani Asisten 1 Dayan Albar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H Jamaluddin, S.Sos.,M.Pd serta sejumlah kepala dinas lainnya bergerak menuju ke kediaman Ulama Kharismatik Aceh, Abu Manan Blang Jrueng di Kecamatan Tanah Luas.

Tidak sampai setengah jam perjalanan dan setelah melintasi jalan rusak sepanjang 1 Km iring-iringan belasan mobil pun tiba di rumah Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Utara. Sebagian mobil diparkir di halaman samping rumah dan sebagian lainnya di halaman depan rumah Abu Manan.

Di sana, Mahyuzar langsung disambut oleh Abu Manan begitu sapaan akrab Ketua MPU Aceh Utara dan dipersilahkan untuk masuk ke ruang tamu diikuti oleh sejumlah pejabat tinggi di Bumo Pasai tersebut.“Neutamong u dalam Pak Bupati (silahkan masuk Pak bupati),” ajak Abu.

Manan dengan senyuman sampai di ruang tamu, Mahyuzar disambut hangat dengan berbagai cerita dari Abu Manan. Kata Abu, jadwal pengajian akhir-akhir ini sangat padat. Pengajian yang diisi oleh Abu Manan bukan hanya di Aceh Utara tetapi juga di beberapa kabupaten/kota tetangga seperti Bireun, Lhokseumawe, Aceh Timur hingga ke Aceh Tamiang.

“Padahal jadwal di Aceh Utara saja cukup padat. Aceh Utara sangat luas Pak Bupati. Rata-rata saya istirahat di dalam mobil saat dalam perjalanan mengisi pengjian,” cerita Abu Manan kepada Pj Bupati Aceh Utara itu.

Pada kesempatan itu, sambil tertawa ringan, Abu Manan menepuk paha Kepala Biro Harian Waspada memberitahukan bahwa jalan masuk ke rumah Abu Manan lebih kurang sepanjang 1 Km hancur dan meminta kepada pemangku kebijakan untuk mendapat perhatian.

Namun, usai menceritakan itu, Camat Tanah Luas, Usman memberitahukan bahwa 600 meter dari 1 Km akan segera diaspal dalam tahun ini bantuan dana aspirasi dari Anggota DPRA, Ermiadi. Pengaspalan dimulai dari rumah Abu Manan ke ujung jalan.

“Man kon hana mangat syit ngon masyarakat, karena pembangunan jalan dimulai dari rumoh loen. Hana mangat dikaloen le masyarakat (kan tidak enak juga kalau pembangunan jalan itu dimulai dari rumah saya. Tidak baik saat dilihat oleh masyarakat),” sebut Abu sambil tersenyum.

Kemudian pada kesempatan itu, Abu Manan meminta perhatian Penjbat Bupati Aceh Utara yang belum seminggu dilantik oleh Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, meminta keseriusannya dalam membantu masyarakat petani sawah di 9 kecamatan plus 1 kecamatan di Pemkot Lhokseumawe.

Petani di 9 kecamatan itu telah tiga tahun bertrut-turut tidak bisa bercocok tanah karena tidak memiliki cadangan air akibat jebolnya Bendung Krueng Pase. Hingga kini pembangunan bendung tersebut tidak kunjung selesai dikerjakan oleh kontraktor.

“Yang ka lhee thoen masyarakat di sino hana treun u blang. Loen khawatir, menyoe troeh limong thon hana treun u blang, abeeh deuk dum ureung. Nyoe coba bapak pike (yang sudah tiga tahun masyarakat di sini tidak turun ke sawah. Saya khawatir, kalau kondisi ini sampai lima tahun tidak bisa turun ke sawah karena tidak ada air, maka masyarakat akan kelaparan),” sebut Abu di depan Pj Bupati Aceh Utara itu.

Setelah mendengar cerita Abu Manan, Penjabat Bupati Aceh Utara, Mahyuzar berjanji akan mempelajari persoalan yang sedang terjadi di Bendung Krueng Pase di Kecamatan Meurah Mulia. Orang nomor satu di Aceh Utara itu akan memanggil kepala dinas terkait untuk mencari tahu kendala yang sedang dihadapi di objek proyek tersebut sehingga tidak kunjung selesai dikerjakan. Begitu juga dengan jalan rumah menuju rumah Abu Manan.

“Akan saya pelajari dulu masalah apa yang menadi kendala di objek proyek Bendung Krueng Pase. Mudah-mudahan pekerjaan pembangunan bendung tersebut dapat segera diselesaikan oleh pihak rekanan. Meskipun ini tidka menjadi ranah kita, karena Bendung Krueng Pase menjadi kewajiban pusat atau pihak balai,” sebut Mahyuzar.

Usai menjawab pertanyaan itu, tiba-tiba datang hidangan durian dan langsung dipersilahkan oleh Abu Manan untuk dicicipi kepada seluruh tamu. Kata Abu Manan, durian itu merupakan sedekah dari masyarakat Tangse, Kabupaten Pidie. Kemarin pagi mereka datang mengantar durian dengan mobil doble cabin. Di dalam mobil itu ada beberapa kotak yang berisi durian, kata orang tersebut setelah dari sini mereka menuju ke rumah Abu Paya Pasi di Aceh Timur.

“Silahkan dicicipi Pak Bupati. Silahkan Pak Sekda, Pak Dayan, Pak Hadaini dan Pak Maiyusri. Nyan neukaloen Pak Bupati. Boh drien nyoe dijak intat oleh ureung yang intat diniet seudeukah keu uloen tuan dari Tangse, tapi boh drien nyoe yang pakek droe neuh Pak Pj (silahkan dicicipi. Silahkan Pak Sekda dan Pak Dayan. Lihatlah Pak Bupati, durian ini sengaja diantar oleh yang mengantar dengan niat untuk disedekahkan untuk saya dari Tangse, tapi durian ini ternyata untuk Pak Pj),” kata Abu Manan yang disambut tawa renyah sluruh para tamu yang berhadir. (adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *