Ditangkap Tahun Lalu, Thailand Lepas 28 Nelayan Aceh

  • Bagikan
Kabid Linjamsos Dinsos Aceh Timur, Saharani S.Ag, MA, memperlihatkan surat dari Konsulat Republik Indonesia (KRI) Songkhla, terkait pemulangan 28 ABK KM Salsabila dan KM Cahaya Putra 02 dari Negara Thailand di ruang kerjanya di Idi, Jumat (15/3). Waspada/H. Muhammad Ishak
Kabid Linjamsos Dinsos Aceh Timur, Saharani S.Ag, MA, memperlihatkan surat dari Konsulat Republik Indonesia (KRI) Songkhla, terkait pemulangan 28 ABK KM Salsabila dan KM Cahaya Putra 02 dari Negara Thailand di ruang kerjanya di Idi, Jumat (15/3). Waspada/H. Muhammad Ishak

IDI (Waspada): Setelah menjalani pemeriksaan dan ditahan berbulan-bulan, akhirnya Kerajaan Thailand melepas 28 nelayan asal Aceh. Proses pemulangan anak buah kapal (ABK) KM Salsabila dan KM Cahaya Putra 02 itu difasilitasi Konsulat Republik Indonesia (KRI) Songkhla di Thailand.

Pemulangan akan menggunakan rute penerbangan dari Phuket – Singapura – Jakarta, Kamis (14/3) sekira pukul 16:05. Saat transit di Singapura, mereka akan difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura untuk melanjutkan penerbangan ke Jakarta.

Begitu juga saat tiba di Jakarta, puluhan nelayan ini juga akan diterima dan difasilitasi Direktorat Perlindungan WNI di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk diserahkan ke instansi terkait guna melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya masing-masing.

Berdasarkan data yang diperoleh, para ABK KM Salsabila yang dipulangkan Thailand yakni Sin Tommy, Muklis, T Nabil Nabawi, Maulana Putra, Johari Muhammad, Sharkawi, Azhar, Saiful Nizar, M Wahyu, Muhammad Lidan, Muhammad Adam, dan Ziyauddin.

Sedangkan para ABK KM Cahaya Putra 02 yaitu Sandawir, Muhammad Zulfan, Muhammad Nahli, Mahyuddin, Zoini, Sulaiman, Ferzial, Mazar Ali, Samidan, Ramadhanil, Muldiansyah, MHD Agus Munandar, Junaidi, Ramadani, Abu Bakar dan Abdullah.

“Mereka sudah tiba di Jakarta. Hari ini mereka akan diterbangkan ke Aceh dan selanjutnya akan difasilitasi pemulangan ke Aceh Timur,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur, Ir Elfiandi, Sp.1, melalui Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Saharani, S.Ag, MA, menjawab Waspada, Jumat (15/3).

Dikatakan, penerbangan puluhan nelayan ini dari Phuket (Thailand) ke Jakarta, namun transit sesaat di Singapura. Berdasarkan surat yang diterima pihaknya, rute penerbangan yang paling memungkinkan dan tercepat. “Hari ini mereka akan diterbangkan dari Jakarta hari ini sekira pukul 14:00 Wib tujuan Bandara Internasional Kualanamu Medan,” kata Saharani.

Setiba, Pemerintah Aceh akan menyambut kedatangannya di Bandara Internasional Kualanamu Medan, sekira pukul 16:00 Wib. Lalu para nelayan ini akan melanjutkan perjalanan darat menuju Aceh Timur dan diperkirakan tiba di Pendopo Idi, sekira pukul 23:55. “Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur akan menyambut kedatangan para nelayan ini di Idi,” pungkas Saharani.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, puluhan nelayan Aceh Timur ini ditangkap Otoritas Thailand, persisnya di perairan Phuket, Jumat (25/8/2023). Mereka ditangkap dalam Kapal Motor (KM) Salsabila dan KM Cahaya Putra 02 atas dugaan melewati batas wilayah perairan atau illegal fishing.

Pasca penangkapan ketika itu, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, menginstruksikan instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah koordinasi dan melakukan advokasi terhadap nelayan yang ditangkap pihak keamanan laut negara berjulukan Gajah Putih itu. (b11).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *