Kunjungan Ibadah ke Candi Prambanan Capai 18.700, Kemenag: Jadi Pusat Ibadah Umat Hindu Dunia

  • Bagikan
Kunjungan Ibadah ke Candi Prambanan Capai 18.700, Kemenag: Jadi Pusat Ibadah Umat Hindu Dunia

BOGOR (Waspada): Selain menjadi destinasi wisata, Candi Prambanan juga telah dimanfaatkan sebagai tempat beribadah Umat Hindu. Saat ini, tidak kurang dari 18.700 orang umat Hindu telah melakukan ritual keagamaan di Candi Prambanan. Jumlah itu diharapkan terus bertambah dan makin menguatkan fungsi Candi Prambanan sebagai pusat ibadah umat Hindu Indonesia dan Dunia.

“Program besar ini menjadi program prioritas Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat Hindu, sekaligus menjadi legacy atau warisan kebijakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di tahun 2023,” ujar Staf Khusus Menteri Agama RI (Stafsus Menag) Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo dalam kegiatan Media Gathering Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/12/2023) malam.

Ditambahkan Wibowo, Kementerian Agama (Kemenag) RI terus mengoptimalkan program-program berlandaskan nilai-nilai keagamaan untuk umat. Salah satu yaitu pemanfaatan Candi Prambanan sebagai pusat destinasi wisata dan pusat ibadah umat Hindu dunia.

Menurutnya, capaian yang sudah terlaksana yaitu akses ibadah umat Hindu yang sudah sangat terbuka ini harus dipertahankan. Selanjutnya, bagaimana umat Hindu Indonesia bahkan dunia bisa memaksimalkan dan memanfaatkan situs-situs penting ini untuk peribadatan.

Legacy pemanfaatan Candi Prambanan yang sesuai dengan nota kesepakatan (MoU) yang ditandatangani oleh 4 Menteri dan 2 Gubernur (Menteri Agama, Menteri BUMN, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mendikbudristek serta Gubernur Jateng dan DIY) pada tahun 2022.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Kemenag, RI Prof I Nengah Duija menyampaikan rasa suka cita masyarakat Hindu atas kebijakan pemanfaatn Candi Prambanan sebagai tempat ibadah. Hal itu sekaligus menjadi bukti kehadiran Negara.

“Umat Hindu sekarang sudah punya ruang yang cukup besar karena diberikan hak dalam pemanfaatan Candi Prambanan sebagai tempat ibadah. Kami mewakili umat Hindu Nusantara menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo dan Gus Menteri Yaqut Cholil Qoumas atas perhatian kepada kami, dan ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memberikan pelayanan umat, fasilitas, dorongan motivasi kepada umat Hindu Indonesia dan dunia,” ujar Prof Duija.

Duija berharap akan lebih banyak lagi kunjungan ritual keagamaan di Candi Prambanan, tidak hanya oleh umat Hindu di Indonesia, tetapi juga dunia.

“Kami berharap ke depan akan ada jutaan orang melakukan ibadah di Candi Prambanan,” harap Duija.

Bagi Umat Hindu di Indonesai dan Dunia, lanjut Prof. Duija, penandatanganan MoU ini merupakan sebuah langkah nyata dari pemerintah mengenai program moderasi beragama dan hal ini sudah ditunggu-tunggu oleh umat Hindu. Selain menunjukkan bagaimana Indonesia memiliki keragaman budaya yang luar biasa, hal ini juga menunjukkan Indonesia menghargai segala keragaman, termasuk keragaman keyakinan dan kepercayaan.

Untuk pengelolaan Candi Prambanan sebagai wisata budaya dan wisata religi, pihaknya, lanjut Duija, pihaknya menjalin kerja sama yang erat dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kemendikbudristek menjaga hal-hal terkait fisik candi, sementara Kemenag mengurusi hal terkait ritual keagamaan.

Ditjen Bimas kemudian menetapkan berbagai kegiatan keagamaan Hindu yang dapat dilaksanakan di Candi Prambanan selama tahun 2022-2026 baik persembahyangan harian perorangan, persembahyangan harian kolektif, persembahyangan rutin terjadwal sesuai hari-hari besar Keagamaan Hindu seperti Purnama-Tilem, Galungan-Kuningan, Tawur Agung Nyepi, Saraswati, Siwaratri, Abhiseka, Parisudha Paripurna, Santi Puja, dan lain sebagainya. Pada November kemarin juga telah dilaksanakan aksi solidaritas doa untuk palestina yang digelar di halaman utama Candi Prambanan.

Di samping itu Ditjen Bimas Hindu telah membentuk tim kerja yang terdiri dari Lembaga Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), Penyuluh Agama Hindu DIY, Penyuluh Agama Hindu Jawa Tengah, Bimas Hindu DIY dan Bimas Hindu Jawa Tengah sebagai langkah konkret mengoptimalkan pemanfaatan Candi Prambanan sebagai pusat destinasi wisata dan pusat ibadah umat Hindu dunia.

“Tim kerja itu bertugas langsung di lapangan untuk melayani Umat Hindu yang akan melaksanakan Persembahyangan. Selain itu juga untuk membangun Kerja sama dan Koordinasi yang baik dengan pihak Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) yang sekarang menjadi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), Taman Wisata Candi (TWC) dan Pemerintah Daerah,” katanya.

Kerja sama dengan TWC untuk sirkulasi di bidang ekonomi juga ditempuh, yaitu dengan akan dibukanya gerai ritual yang di dalamnya menyediakan berbagai perlengkapan sembahnyang yang perlengkapan itu disuplay oleh umat Hindu di sekitar Prambanan. Selain itu Ditjen Bimas Hindu juga membuat pelayanan perizinan persembahyangan umat Hindu melalui Media Online melalui Subdirekorat Pemberdayaan Umat yang kemudian akan diteruskan kepada Ditjen Kebudayaan.

“Mengingat Candi Prambanan sebagai salah satu cagar budaya, tentu kami juga akan selalu mengevaluasi pelaksanaan ibadah di lapangan agar setiap umat yang datang bisa merasa aman, nyaman dan khidmat dalam melaksanakan ibadah. Selain itu juga, wisatawan yang hadir pun bisa sama-sama saling menjaga sehingga tidak ada yang terganggu satu sama lain. Dan yang utama kebersihan dan kesakralan Candi Prambanan bisa tetap terjaga,” katanya.

“Kepada masyarakat umum tentu tidak hanya itu bahwa ini adalah milik bangsa Indonesia bahkan milik dunia mari kita wariskan sesuatu yang terbaik untuk bangsa ini dengan sebuah pendidikan bahwa Prambanan itu mengandung masa lalu yang luar biasa baik dalam teknologi ekonomi kemudian kebudayaan sejarah dan juga agama itu sendiri,” kata Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija.

Terkait kegiatan Media Gathering yang bertajuk ‘Jurnalis Moderat Informasi Akurat’, Stafsus Wibowo juga mengapresiasi langkah Ditjen Bimas Hindu yang telah menyambung dan menjalin hubungan baik dalam hal berbagi informasi yang akurat kepada masyarakat.

“Peran kita ada di udara. Bagaimana informasi dari media terkait hal baik dan capaian dari Kementerian Agama termasuk Ditjen Bimas Hindu bisa sampai ke masyarakat,” kata mantan jurnalis senior itu.

Ia mendorong supaya hubungan antara para pegiat media dengan Ditjen Bimas Hindu terus ditingkatkan dan terus terjalin.

“Alangkah baiknya jika jalinan kerjq sama dengan media ini diadakan rutin. Kami juga menghargai perhatian para jurnalis atas jalinan hubungan baik ini,” katanya. (J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *