Jelang Meugang Ramadan, Transaksi Pasar Hewan Sibreh Masih Sepi

  • Bagikan
Jelang Meugang Ramadan, Transaksi Pasar Hewan Sibreh Masih Sepi
Pedagang dan peternak melakukan transaksi jual beli ternak sapi di Pasar Hewan Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (6/3). (Waspada/Ist)

KOTA JANTHO (Waspada): Menjelang Hari Meugang menyambut bulan Ramadan 1445 Hijriah, transaksi jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar masih terbilang sepi.

“Padahal hari ini, hari Rabu terakhir menjelang Ramadan 1445 H, tapi sampai jam 3 sore masih sepi dari pembeli. Ini menjadi bukti jika ekonomi masyarakat sedang melemah,” ujar Jakfar, SP, M. Si, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, di Kota Jantho, Rabu (6/3).

Sementara itu di sisi lain, kata Jakfar, stok ternak untuk meugang di Aceh Besar dalam kondisi tercukupi. Bahkan ternak Aceh Besar sering disuplai ke kawasan tetangga, seperti Banda Aceh, Pidie hingga Aceh Jaya.

Menurut Jakfar, total persediaan ternak siap potong untuk memenuhi kebutuhan untuk menyambut hari meugang puasa Ramadan 1445 Hijriah di Aceh Besar mencapai sebanyak 3.318 ekor. “Alhamdulillah, persediaan hewan ternak untuk menyambut Hari Meugang bulan suci Ramadan 1445 H di Aceh Besar tercukupi,” kata Jakfar.

Ia menjelaskan tiga ribuan ternak persediaan hari pemotongan hewan yang akan berlangsung pada 9 sampai 10 Maret tersebut terdiri sapi jantan dan kerbau. Untuk sapi jantan sebanyak 2.623 ekor dan kerbau jantan sebanyak 695 ekor.

Selain sapi dan kerbau, petani peternak di Aceh Besar juga menyediakan hewan ternak unggas untuk dikonsumsi pada saat meugang nanti. Untuk jumlah unggas yang tersedia sebanyak 5268, dan dipastikan tercukupi.

Jelang Meugang Ramadan, Transaksi Pasar Hewan Sibreh Masih Sepi
Pedagang harus membawa pulang kembali ternak sapi dari Pasar Hewan Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (6/3). (Waspada/Ist)

“Perkiraan kami harga daging di hari meugang nanti berkisar Rp160 ribu per kilogram sampai Rp180 ribu per kilogram, sedangkan untuk harga unggas Rp50 sampai Rp120 ribu per kilogram dan itu masih wajar dan harga unggas juga bervariasi,” paparnya.

Lebih lanjut, Jakfar yang didampingi Uzir, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Aceh Besar, menegaskan, pihaknya juga akan memastikan seluruh hewan yang dipotong pada hari pemotongan hewan tersebut bebas dari penyakit dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

“Karena, kami sudah siap Tim Kesehatan tersebar di 12 pos kesehatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar juga akan memantau dan memeriksa langsung terhadap ternak yang akan dipotong nantinya,” imbuh Jakfar.

Menurut pantauan di Pasar Hewan Sibreh, harga jual daging sapi, kerbau, kambing dan unggas diperkirakan pada hari meugang nanti tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan. “Untuk harga sapi masih berkisar antara Rp15–40 juta per ekor, yang paling mahal Rp50 juta itupun tergantung bobotnya. Sementara kerbau Rp20 juta sampai Rp35 juta,” sebut Umar, 60, pedagang sapi di Pasar Hewan Sibreh.

Menurutnya, masalah harga sapi dan hewan ternak lainnya tidak naik, malah turun, karena selama ini tidak laku, sudah berapa kali hari Rabu sangat sepi. Kemudian, kondisi seperti ini (sepi pembeli) sudah mulai sejak awal memasuki tahun 2024. “Luar biasa sepi, biasanya menyambut Meugang Ramadan banyak pembeli. Tapi, tahun ini tidak, karena kondisi ekonomi masyarakat lagi terjepit,” pungkasnya. (b05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *