Mantan Rektor IKJ Wagiono Sunarto Tutup Usia

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Mantan Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ), DR Wagiono Sunarto, M.Sc,Kamis (13/1) meninggal dunia dalam usia 72 tahun. Jenazah dimakamkan di pemakaman Jeruk Purut, Jakarta pada Jumat (14/1).

Wagiono lahir di Bandung, 20 Mei 1949. Menempuh pendidikan sarjana desain di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1975, Wagiono kemudian menyelesaikan studi Communication Design di Pratt Institute New York, Amerika tahun 1983, Wagiono kembali ke IKJ dan mengajar di Fakultas Seni Rupa (FSR) sambil menyelesaikan disertasi bidang sejarahnya di Universitas Indonesia (UI).

Tercatat sebagai salah seorang pendiri jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) IKJ, Wagiono sempat menjabat Dekan Fakultas Seni Rupa, Wakil Rektor I dua periode dan Rektor IKJ selama dua periode (periode 2009-2013 dan 2013-2016).

Dalam dunia desain grafis nama Wagiono sudah tidak asing lagi. Tercatat sebagai pendiri dan ketua Ikatan Perancang Grafis Indonesia (IPGI) pada 1977-1981, Wagiono juga ikut membidani lahirnya Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) pada 1985-1990. Sejak 2006 sampai saat ini, Wagiono masuk dalam jajaran Dewan Penasehat ADGI.

Rektor IKJ Indah Tjahjawulan mengatakan, sosok Wagiono tidak akan lepas dari sejarah perkembangan pendidikan seni, khususnya perkembangan dari Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

“Almarhum Bapak Wagiono Sunarto adalah figur penting yang mengembangkan dan menyempurnakan bidang akademik,” ujar Indah dalam keterangannya, Jumat (14/1).

Dedikasi dan komitmen pada pendidikan kesenian dijalani Wagiono dengan penuh tanggungjawab. Seperti mengubah sistem atmosfir kinerja di FSR dan IKJ dengan melakukan penyempurnaan masalah-masalah manajemen akademik, antara lain kurikulum, jenjang akademik. administrasi akademik serta status pengajar maupun status kelembagaan.

Lepas dari semua kiprahnya, Wagiono dinilai sebagai sosok humoris. Indah yang pernah menjadi salah satu mahasiswanya mengatakan hal itu.

“Jika sedang mengajar, gaya bicaranya tidak membosankan dan ditambah dengan segudang humor membuat para mahasiswanya tidak mengantuk. Selamat jalan Pak Wagiono, segenap civitas akademika IKJ turut berbelasungkawa,” pungkas Indah. (J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *