Perluas Akses Pendidikan Bermutu, Zenius Sasar Indonesia Timur

  • Bagikan
Perluas Akses Pendidikan Bermutu, Zenius Sasar Indonesia Timur

JAKARTA (Waspada): Platform edukasi berbasis teknologi, Zenius, menginisiasi kolaborasi dengan beberapa daerah di Indonesia Timur. Kerja sama telah intensif dilakukan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Buol dan Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan kompetensi siswa di wilayah tersebut.

Founder dan Chief Education Officer Zenius, Sabda PS mengatakan latar belakang mengapa Zenius menyasar Indonesia wilayah timur.

Seperti diketahui, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah sebuah indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup masyarakat. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan IPM setiap tahunnya. Umumnya provinsi dengan IPM tertinggi berasal dari provinsi yang berada di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, dan bagian barat Indonesia.

Mengutip IPM nasional tahun 2021 lalu, hanya Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Sulawesi Utara yang masuk ke dalam 10 provinsi dengan IPM tertinggi. Sisanya diisi oleh provinsi di Pulau Jawa seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, ataupun provinsi di Pulau Sumatera seperti Riau dan Sumatera Barat.

“Lalu bagaimana dengan wilayah di timur Indonesia?” ujar Sabda dalam keterangannya, Rabu (14/12/2022).

Sejak 2020 lalu, Zenius telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel). Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kapasitas guru dan adaptasi pembelajaran berbasis teknologi melalui penggunaan platform Zenius. Selain itu, Sulsel juga menargetkan lebih banyak siswa-siswi yang lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), di mana hal tersebut juga akan berdampak terhadap IPM daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Setiawan Aswad PhD. mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama yang telah terjalin dengan Zenius selama ini. Dalam setahun terakhir, tampak adanya peningkatan dari jumlah siswa SMA/SMK yang diterima di perguruan tinggi negeri di Sulsel.

“Kami berharap tahun depan akan semakin banyak siswa-siswi yang masuk Ke PTN,” ujar Setiawan.

Setahun terakhir, Zenius dan Disdik Sulsel sudah menyelenggarakan berbagai aktivitas pendidikan mulai dari lokakarya untuk guru yang menjangkau lebih dari 7.000 guru SMA dan SMK di Provinsi Sulsel, hingga melaksanakan Try Out (TO) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Try Out Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan format terbaru yang telah diikuti oleh lebih dari 30.000 siswa.

Kegiatan ini pun berlanjut hingga ke Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Buol. Kerja sama yang akan berlangsung hingga 2025 mendatang ini meliputi beberapa aktivitas kegiatan pendidikan, mulai dari TO AKM SD dan SMP, penyediaan paket belajar AKM, seleksi beasiswa untuk para siswa, pelatihan guru, dan pelatihan Bahasa Inggris. Sebagai pembuka kerja sama tersebut, Zenius dan Pemkab Buol melangsungkan TO AKM yang diikuti lebih dari 5.000 siswa kelas 4 SD dan kelas 7 SMP untuk persiapan menghadapi AKM di tahun depan.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Kabupaten Buol, Drs. H. Muchlis, M.M mengatakan, pendidikan berkualitas menjadi hak seluruh siswa, termasuk bagi mereka yang berada di daerah terluar seperti di Kabupaten Buol. Perbaikan mutu pendidikan merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Buol.

“Untuk itu lah kami menggandeng Zenius demi meningkatkan kompetensi para siswa di Kabupaten Buol. Semoga kerja sama ini bisa membawa dampak positif terhadap siswa, guru, dan sekolah di Kabupaten Buol,”katanya.

Dalam pelaksanaan TO tersebut, tim Zenius melihat infrastruktur yang kurang memadai menjadi kendala utama bagi para siswa dalam mengerjakan TO. Beberapa siswa tidak bisa mengerjakan TO di ruang kelas atau di lingkungan sekolah, tetapi mereka harus pergi ke balai desa, rumah pribadi guru, bahkan pinggir pantai, demi mendapatkan sinyal internet.

Bahkan ada juga sekolah yang mengharuskan siswa untuk berangkat subuh agar dapat menumpang mengerjakan TO di sekolah dengan infrastruktur digital yang lebih layak. Beberapa guru juga merelakan kuota internet dari ponsel mereka dipakai untuk mengerjakan TO karena modem sekolah yang tidak berfungsi.

Belum lagi, literasi digital para siswa dan guru di daerah tersebut juga masih harus ditingkatkan. Banyak siswa yang masih belum terbiasa untuk menggunakan laptop atau handphone. Sementara, dari segi kompetensi, tidak sedikit siswa kelas 4 SD yang masih belum lancar membaca, atau memahami Bahasa Indonesia saat diajak berinteraksi sehari-hari. Begitu juga dengan siswa SMP yang masih belum memahami Bahasa Inggris meskipun tingkat dasar.

“Terlepas dari semua kendala dan masalah yang ada, kami melihat secara langsung semangat dari setiap murid dan guru dalam belajar. Mereka tetap bersemangat untuk mengikuti try out meski harus berjalan ke balai desa, atau berpanas-panasan ke pinggir pantai. Semangat dan optimisme inilah yang mendorong kami untuk berkomitmen memperluas akses pendidikan berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia. Semoga kami bisa berkolaborasi dengan lebih banyak daerah di Indonesia ke depannya,” tambah Sabda PS.

Pada 12 Desember lalu, Zenius juga resmi bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo. Kerja sama yang akan berlangsung selama tiga tahun ke depan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di provinsi tersebut melalui peningkatan kompetensi berbasis digital yang menekankan pada pemahaman konseptual dan skolastik. Melalui kerja sama ini, Zenius berharap dapat turut berkontribusi pada peningkatan literasi digital guru dan siswa di Gorontalo.

Zenius berharap untuk terus berkolaborasi dengan semakin banyak pihak dalam upaya peningkatan mutu pendidikan siswa-siswa di seluruh Indonesia. Zenius juga membuka kesempatan bekerja sama bagi seluruh Dinas Pendidikan atau pun pemerintah daerah yang memiliki pandangan yang sama dalam pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kompetensi siswa dan guru.

Didirikan pada tahun 2004 oleh Sabda PS dan Medy Suharta, Zenius sebagai salah satu pionir edtech di Indonesia yang memberikan solusi belajar online dan berfokus pada pemahaman konsep dan penalaran ilmiah terus dikembangkan oleh kakak-beradik Sabda PS dan Wisnu Subekti. Zenius bercita-cita mencetak generasi Indonesia yang memahami ilmu pengetahuan dan cinta belajar, ketimbang menjadi generasi penghafal.

Ekosistem pembelajaran Zenius berfokus untuk memberikan dampak berkelanjutan (sustainable impact), mulai dari segmen SD melalui ZeniusLand, SMP dan SMA melalui Zenius dan New Primagama, serta mahasiswa dan profesional melalui ZenPro. Hingga kini, Zenius telah diakses oleh lebih dari 20 juta pengguna dari seluruh penjuru Indonesia. Zenius, ZeniusLand, dan ZenPro sudah tersedia dan dapat diunduh di Google Play dan di App Store.(J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *