Cegah Banjir, Pekarangan Masjid Di Lawe Rutung Ditimbun

- Aceh
  • Bagikan
Cegah Banjir, Pekarangan Masjid Di Lawe Rutung Ditimbun
Pj Kepala Desa Lawe Rutung Kecamatan Lawe Bulan, Zulkarnaen baju putih saat menunjukkan penimbunan memperluas perkarangan masjid. Waspada/Seh Muhammad Amin

KUTACANE (Waspada): Galian C daerah aliran Sungai Kali Bulan yang kini semakin dangkal guna menghindari dampaknya banjir saat meluap tiba, akhirnya, warga sepakat memanfaatkan kerikil galian C untuk penimbunan memperluas perkarangan Masjid Alfalah di Desa Lawe Rutung.

“Ini semuanya bantuan dari infaq masyarakat,” kata Pj Kepala Desa Lawe Rutung Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, (Agara), Zulkarnaen Munthe, S.E. kepada Waspada.id, saat dikonfirmasi Jumat, (29/3). Lanjutnya, selain material galian C ini digunakan untuk penimbunan perluasan perkarangan rumah ibadah, upaya ini dilakukan untuk mitigasi bencana banjir atau mengurangi dampak luapan sungai ketika banjir tiba.

Cegah Banjir, Pekarangan Masjid Di Lawe Rutung Ditimbun

Meski sebelumya sempat dituding melakukan penggalian dan bisnis ilegal, namun ia yang juga didampingi sejumlah warganya mengaku tidak melakukan penjualan material atau mejadikan ajang bisnis. “Kami mengambil material ini hanya untuk penimbunan perluasan perkarangan masjid dengan sumber dana yang berasal dari infak seluruh warga dan bukan dari dana desa atau dana yang lain, bukan bisnis,” ujarnya berulang.

Dijelaskannya juga, meski galian C ini dituding tanpa izin yang tersurat, namun Pj kepala desa mengakui kegiatan yang bersifat sosial ini sebelumya telah mendapat restu secara lisan dari sejumlah Forkopimda diantaranya Pj Bupati Syakir dan Kapolres Agara ketika melakukan kegiatan Subuh berjemaah di masjid ini, belum lama ini.

Zulkarnaen Munthe, yang juga selaku penanggung jawab dalam kegiatan ini berharap penimbunan ini tetap berjalan tanpa ada hambatan dan mendapat dukungan positif dari berbagai pihak baik dari aparat kepolisian serta rekan- rekan pegiat LSM dan pers untuk dapat memahami kondisi ini. “Sebab material ini murni hanya untuk Masjid Alfalah Desa Lawe Rutung yang saat ini dalam proses penimbunan perkarangan dengan sumber dana dari infak dan sedekah warga,” ujarnya. (cseh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *