Rayakan HUT Ke-78 RI Puluhan Ribu Guru Dan Siswa Aceh Utara Berzikir

  • Bagikan
20.000-an jama'ah zikir berkumpul di lapangan upacara Labding, Lhoksukon, Aceh Utara. Waspada/Maimun Asnawi
20.000-an jama'ah zikir berkumpul di lapangan upacara Labding, Lhoksukon, Aceh Utara. Waspada/Maimun Asnawi

Ya Aziz
Ya Jabar
Ya Mutaqabbir
Ya Kahar

LANTUNAN zikir menggema keluar dari puluhan ribu mulut jamaah yang duduk bersimpuh di lapangan upacara depan Kantor Bupati Aceh Utara di Landing, Lhoksukon, Jumat (18/8). Gelombang para jamaah yang didominasi dari kalangan guru, siswa, dan PNS di Bumi Pasai mulai berkumpul secara perlahan setelah shalat shubuh.

Meskipun duduk di bawah siraman cahaya matahari yang menyengat tidak menyurutkan semangat jama’ah untuk mengikuti lantunan zikir yang di pimpin oleh Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Jamaluddin Ismail yang akrab disapa Walidi.

Setelah hampir dua jam memimpin zikir, Walidi menyampaikan nasehat dan mungkin juga menjadi renungan bagi para jamaah bahwa panasnya sengatan matahari tidak seberapa ketimbang panasnya matahari di hari akhirat nanti.

Agar sengatan matahari tidak terasa menyengat, para jamaah zikir diminta untuk mengingat orang tua masing-masing yang telah lebih dulu meninggal. Dan zikir yang dibacakan diniatkan untuk almarhum orang tua para jamaah.

“Dengan begitu sengatan matahari tidak akan terasa panas karena pikiran terpusatkan pada zikir. Cuaca hari ini memang lebih panas dari tahun lalu. Tapi ingatlah, bagaimana sulitnya para pahlawan yang merebut kemerdekaan dari penjajah. Mereka merasakan kesusahan, kepanasan bertahun-tahun dan meninggalkan keluarga bergarilia di hutan belantara demi untuk memerdekakan Republik Indonesia,” sebut Walidi.

Lalu Walidi meneruskan nasehatnya untuk meneduhkan hati dan perasaan para jamaah dengan memusatkan pikiran akan kebesaran Allah SWT, lalu hadirkan rasa rindu pada Tuhan sambil mengingat kematian, sehingga tidak risih dan tidak nyaman dengan suasana panas di pagi hari ini.

Setelah menyampaikan nasehatnya, Walidi melanjutkan lantunan zikir dilanjutkan membaca asmaul husna, salawat, dan renungan kemerdekaan dan berakhir dengan doa.

Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr Drs Mahyuzar, M.Si kepada Waspada menyebutkan, selain memusatkan kegiatan zikir di Lapangan Upacara Landing juga memerintahkan seluruh camat di 27 kecamatan di Aceh Utara untuk menggerakkan masyarakat berzikir selesai melaksanakan shalat shubuh masjid kecamatan masing-masing.

Kegiatan Aceh Utara berzikir telah ditetapkan sebagai agenda tahunan dan Program Aceh Utara berzikir diprakarsai oleh Penjabat Bupati Aceh Utara yang lalu, Azwardi Abdullah bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara, H Jamaluddin, S.Sos ,M.Pd.

“Dan program ini kita lanjutkan. Dan ini merupakan tahun yang ke dua. Semoga dengan berzikir, membaca asmaul husna dan melantunkan doa-doa, Allah curahkan dan Allah limpahkan rahmat-Nya untuk kemakmuran, ketentraman dan kenyaman hidup masyarakat yang mendiami Naggroe Pasai,” ucap Mahyuzar.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara. H Jamaluddin bin Tengku Usman, S.Sos.,M.Pd usai kegiatan zikir akbar kepada Waspada menyampaikan, bahwa pihak telah mewajibkan kegiatan zikir di seluruh sekolah dan satuan pendidikan di Aceh Utara untuk melaksanakan zikir setiap hari Jumat.

“Program zikir di sekolah sudah kita laksanakan delapan tahun lalu, sejak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara waktu itu dijabat oleh H Razali (Pak Wa) dilanjutkan oleh kepala dinas berikutnya hingga pada saat saya menjadi kepala dinas dan kami jadikan kegiatan zkkir ini sebagai Program Aceh Utara berzikir,” sebut H Jamaluddin.

Kegiatan zikir yang digelar, Jumat (18/8) hari ini, juga digelar untuk merayakan HUT ke-78 RI. Dan ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat damai yang diberikan Allah SWT.

Kata H Jamaluddin, jama’ah zikir didominasi oleh kalangan guru, siswa pelaku pendidikan di Aceh Utara yang jumlahnya mencapai 20.000 orang. Selebihnya berasal dari kalangan ASN dan masyarakat.

“Semoga dengan lantunan zikir, asmaul husna, dan doa yang dimpin Walidi diterima Allah SWT dan menjadikan Aceh Utara semakin baik lagi ke depan. Aceh Utara berzikir yang kita laksanakan pada pagi imi juga untuk menyambut hari kemerdekaan ke-78 RI,” demikian H Jamaluddin Bin Tengku Usman. WASPADA.id/Maimun Asnawi, SH.I.,M.Kom.I

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *