Tampil Keren di JMFW 2024, Mendikbudristek Nadiem: Bukti Vokasi Selaras dengan Industri

  • Bagikan

TANGERANG (Waspada): Penampilan talenta fesyen insan vokasi dalam Parade 9 bertajuk ‘Mahakarya Vokasi Adibusana’ di Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2024 menjadi  ajang pembuktian bahwa pembelajaran pendidikan vokasi telah selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) masa kini. Sebanyak 72 koleksi busana dari 12 satuan pendidikan vokasi berhasil memukau para pengunjung pada Sabtu (21/10/2023) di Indonesia Convention Exhibition (ICE ), Tangerang, Banten.

“Karena itu, penting bagi pendidikan vokasi untuk berkolaborasi dengan dunia industri supaya melahirkan generasi unggul berdaya saing,” ujar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam pidato pembukaan secara virtual.

Nadiem juga mengungkapkan rasa bangganya pada keikutsertaan satuan pendidikan vokasi pada JMFW 2024.

“Satu hal yang membuat saya bangga pada keikutsertaan kita pada JMFW kali ini adalah jumlah pendaftar yang mencapai 142 satuan pendidikan vokasi. Meskipun masih banyak dari satuan pendidikan vokasi tersebut yang belum berkesempatan untuk tampil, namun hal ini menunjukkan semakin kuatnya link and match antara dunia pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Semakin banyak satuan pendidikan vokasi di Indonesia yang menyadari bahwa berkolaborasi dengan dunia industri adalah langkah penting untuk melahirkan sumber daya manusia unggul,” jelas Nadiem.

Nadiem pun berharap, ke depan akan semakin banyak mitra industri dan masyarakat luas  mendukung gerakan Merdeka Belajar, dan bermitra dengan satuan pendidikan vokasi. Tak lupa, Ia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perdagangan yang telah memberikan ruang kepada insan vokasi untuk belajar, berkarya, dan tampil di depan khalayak luas.

Pada akhir pergelaran, turut tampil Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti dan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek,Kiki Yuliati yang berjalan di atas catwalk sebagai muse. Keduanya mengenakan karya busana SMK NU Banat Kudus dan SMK Syubbanul Wathon.

“Saya memakai karya dari SMK NU Banat. Luarnya lurik, dalamnya batik tulis. Mengapa batik? Mungkin karena anak muda sekarang kecenderungannya sedang mempelajari lebih dalam tradisi kita,” kata Kiki Yuliati usai mengikuti JMFW 2024.

Dirjen Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati menambahkan, Kementerian mendukung penuh sekolah-sekolah vokasi agar semakin berkembang menyesuaikan dengan kebutuhan industri, salah satunya melalui program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK).

“Seingat saya, sebagian dari sekolah ini adalah SMK PK, SMK Pusat Keunggulan. Jadi secara sistematis, kementerian memfasilitasi mulai dari anggaran sampai dengan penyiapan kurikulum, kemudian pelatihan gurunya, mencarikan mitranya, mudah-mudahan mereka mendapatkan mitra yang lebih banyak mendorong mereka menjadi lebih maju lagi,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Kiki juga menggatisbawahi upaya Ditjen Vokasi untuk  terus meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dengan dunia industri, termasuk industri busana muslim yang sedang berkembang di Indonesia. Keikutsertaan satuan pendidikan vokasi tahun lalu, beberapa produk busana SMK sudah masuk ke katalog komersial dan mendapatkan buyer.

“Tidak hanya buyer, tapi beberapa desainer terkemuka juga memberikan kesempatan magang atau bahkan bekerja di tempat mereka dan itu jalan yang sangat kita harapkan, ketika industri, dunia kerja bermitra dengan sekolah-sekolah kami,” ujar  Kiki.

Melalui kegiatan ini, Kiki berharap agar para siswa vokasi mendapatkan pengalaman belajar yang berharga, seperti memahami bagaimana transaksi bisnis di bidang fesyen, sehingga kelak para siswa vokasi menjadi lulusan yang mumpuni, dan siap bekerja di industri.

“Target kita bukan cuma produknya tapi pengalaman belajarnya. Jadi kita harapkan siswa-siswa ini menjadi lulusan mumpuni dan mereka juga memahami bagaimana transaksi bisnis di bidang fesyen seperti apa. Jadi mereka lulus sudah lengkap. Kami mendorong tentunya ketika mereka harus pameran, terus bikin sampel, tentu kami akan dukung. Namun ketika di sana ada proses bisnis atau transaksi dagang, kami mengajari mereka bagaimana itu menghadapinya. Bagaimana menghadapi customer, memenuhi deadline pesanan dan sebagainya. Ini kesempatan mereka untuk belajar,” tutup Kiki.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menggelar JMFW 2024 yang menampilkan karya para desainer ternama Tanah Air. Bersama dengan Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dit. Mitras DUDI) Kemdikbudristek, ajang JMFW 2024 juga turut menampilkan Mahakarya Vokasi Adibusana, karya fesyen terbaik dari para insan vokasi. Sebanyak 12 satuan pendidikan vokasi menampilkan 72 looks yang telah lolos tahap kurasi.

12 Satuan Pendidikan Vokasi yang turut berpartisipasi adalah 1) ISI Yogyakarta; 2) ISBI Bandung;  3) AKS Ibu Kartini Semarang; 4) Universitas Kristen Maranatha; 5) ISWI Fashion Academy;  6) SMK NU Banat Kudus; 7) SMK Syubbanul Wathon; 8) SMKN 1 Batu; 9) SMK Cendika Bangsa Kepanjen;  10) SMKN 1 Kasreman; 11) SMK NU 2 Kedungpring; dan 12) SMKN 3 Magelang.

JMFW 2024 merupakan ajang pertemuan pemangku kepentingan industri, khususnya di bidang fesyen. Keikursertaan pendidikan vokasi pada JMFW 2024 menjadi pembuktian hasil pembelajaran dan membuka peluang ekonomi serta kerja sama antara akademisi dengan industri fesyen.(J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *