Gelar YAR-TSRA, Tanoto Foundation dan UNESCO Dorong Peran Pemuda dalam Pembuatan Kebijakan Publik

  • Bagikan
Gelar YAR-TSRA, Tanoto Foundation dan UNESCO Dorong Peran Pemuda dalam Pembuatan Kebijakan Publik

JAKARTA (Waspada):Tanoto Foundation bekerja sama dengan UNESCO, mengadakan Youth as Researchers – Tanoto Student Research Awards (YAR-TSRA). Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pengembangan diri dan ruang kontribusi untuk pemuda dalam menyuarakan pemikiran yang berbasis data dan bukti untuk berkontribusi dalam penyusunan kebijakan dan pembangunan.

YAR-TSRA Knowledge Summit dilaksanakan tanggal 14 November di Jakarta dan mengusung tema “Leaders of the Future: Meaningful Youth Voices in Policymaking,”. Selain pameran hasil penelitian dari semua peserta untuk mendapatkan masukan lanjutan dari para pakar, kegiatan ini juga diisi sesi panel inspiratif. Pembicara panel inspiratif antara lain Ir. Suharti, M.A., Ph.D selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tanoto Foundation Indonesia Country Head, Inge Kusuma, Direktur UNESCO Jakarta, Maki Katsuno Hayashikawa, dan perwakilan figure muda Chelsea Islan.

YAR-TSRA diikuti oleh 115 peserta dari 6 Univeristas mitra, yakni IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Indonesia.

Head of Leadership Development and Scholarship Tanoto Foundation, Michael Susanto mengatakan, pihaknya berbangga dapat bekerja sama dengan UNESCO untuk mengembangkan pemimpin masa depan melalui kegiatan YAR-TSRA.

“Kami percaya anak-anak muda memiliki peran penting dalam pembangunan. Melalui program-program yang ada, termasuk YAR-TSRA ini, berbagai kesempatan pengembangan diri dan wadah kontribusi bagi anak muda disiapkan agar mereka menjadi pemimpin masa depan tangguh dan berdampak bagi Indonesia,” ujar Michael dalam pembukaan kegiatan tersebut, Selasa (14/11/2023) di Pos Blok, Jakarta.

Head of Social and Humanities Sciences UNESCO Jakarta, Undral Ganbaatar, menambahkan UNESCO dan Tanoto Foundation memiliki visi yang sejalan untuk memperlengkapi anak-anak muda kemampuan berpikir kritis dan pengelolaan keingintahunan melalui proses penelitian. Hal ini penting untuk menghasilkan data dan bukti dalam menyuarakan ide-ide kebijakan publik dan pembangunan.

Selama 12 minggu, yang dimulai dari bulan Agustus hingga November, YAR-TSRA memfasilitasi pembangunan kapasitas mahasiswa dalam riset sosial untuk mengatasi tantangan sosial-ekonomi di Indonesia. Rangkaian YAR-TSRA berupa kelas-kelas daring, praktik penelitian sosial secara berkelompok, kegiatan Youth Philosophy Seminar secara luring di Jakarta, Malang, dan Makassar, serta kegiatan puncak berupa YAR-TSRA Knowledge Summit secara luring di Jakarta.

Peserta dapat memilih satu dari 6 topik utama yang diangkat dalam YAR-TSRA tahun ini, yakni Climate Action, Inclusive Education, Digital Transformation, Healthcare dan Civic Participation.

Berbagai mitra pemerintah dan non-pemerintah serta pakar berbagai isu turut hadir memberikan masukan dan dukungan bagi mahasiswa peserta YAR-TSRA. Kegiatan ini juga diikuti ratusan Tanoto Scholars yang juga sedang mengikuti TELADAN National Camp di Jakarta untuk saling belajar satu sama lain dengan peserta YAR-TSRA.

Tanoto Students Research Awards merupakan kegiatan tahunan yang dapat dimanfaatkan oleh Tanoto Scholars dan mahasiswa umum dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi terkait riset. Kegiatan tahunan yang awalnya hanya berbentuk perlombaan proposal untuk hibah yang dibantu-kelola oleh perguruan tinggi mitra ini, mulai tahun 2020 diusulkan dan dibantu-kelola oleh IPB University untuk sampai di tingkat nasional. Di tahun 2022, Institut Teknologi Bandung mengusulkan dan membantu-kelola konsep baru yang menggeser konsep kompetisi dan mengedepankan konsep kolaborasi antar disiplin ilmu.

Di tahun 2023, UNESCO membawa serta kegiatan Youth as Researchers (YAR) yang awalnya hanya di tingkat global, dan mengintegrasikannya bersama Tanoto Student Research Awards (TSRA). Kegiatan YAR-TSRA melanjutkan konsep kolaborasi antar disiplin ilmu yang menyasar peningkatan pengetahuan dan kompetensi penelitian bagi anak muda untuk berkontribusi dalam penyusunan kebijakan yang berbasis data dan bukti.(J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *