Larangan Boros

  • Bagikan
<strong>Larangan Boros</strong><strong></strong>

Oleh Tantomi Simamora

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara Setan dan Setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (Q.S Al-Isra:27).

Tanpa disadari, gaya hidup mewah bisa mengubah sikap seseorang menjadi lebih boros seperti tampilan yang berlebihan,menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak penting, belanja online, game online dan lain sebagainya. Semua itu tentu memerlukan materi yang tidak sedikit sehingga membelanjakan hartanya tidak sesuai dengan kebutuhan, tetapi ia membelanjakan hartanya terhadap keinginan-keinginan hawa nafsunya. Hal seperti inilah terkadang yang menyebabkan manusia hidup boros karena ia hanya menuruti hawa nafsunya sehingga jadilah dia saudara dari pada Setan.

Padahal hidup berlebihan adalah satu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT, karena perbuatan itu hanya akan berujung kepada suatu keinkaran yang sama halnya dengan Setan. Buktinya tidak jarang kita saksikan saat ini banyak orang yang hidup berlebihan yang hampir semua perbuatannya sama seperti Setan. Apalagi tuntutan gaya hidup sekarang yang semakin menunjukkan adanya persaingan, sehingga sebagian orang harus menghabiskan materi yang tidak sedikit, hanya demi untuk tampil lebih baik dari pada orang lain.

Orang yang seperti ini tentu akan mewarisi sikap egois, merasa lebih baik, super cerdas dan sikap buruk lainnya akan selalu terinstal dalam jiwanya. Bukankah hal itu perbuatan dari pada Setan? Jika keadaan manusia sudah berada pada tarap pemikiran yang sama dengan Setan, maka kita tidak usah heran jika suatu saat nanti akan mewarisi kemungkaran, bahkan tidak mustahil akan lupa dan ingkar kepada Allah SWT, semoga kita terhindar dari perbuatan itu.

Begitu banyak dampak buruk dari hidup berlebih-lebihan sehingga kita dituntut untuk membentengi diri dari perbutan itu. Apapun alasannya, hidup berlebihan tidak akan menjadikan seseorang itu baik, justru akan lebih buruk, sebab perbuatan itu adalah warisan dari pada Setan. Padahal kalau kita berusaha untuk menikmati, hidup sederhana jauh lebih banyak manfaatnya dibanding kita harus bertahan untuk merebut kemewahan yang membuat waktu kita habis dan tersiksa.

Hidup sederhana akan terbebas dari perasaan khawatir, baik karena masalah keuangan ataupun kekuasaan, bahkan orang yang hidup sederhana akan lebih mudah untuk berinvestasi karena kesabarannya menunggu dan mensyukuri apa yang ada. Bukankah orang yang bersyukur kepada pemberian Allah SWT akan mendapatkan tambahan rezeki dari Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).

Adalah satu kebenaran yang terkandung dalam ayat tersebut, bahwa orang yang pandai bersyukur akan mendapatkan tambahan dari nikmat Allah SWT, namun apabila kufur atau tidak bersukur, maka kita akan mendapatkan azab dari Allah SWT. Bersyukur terhadap apapun yang kita dapatkan dari Allah SWT adalah sebuah kenikmatan yang tiada tara, rasa syukur tersebut akan menambah keimanan kita kepada Allah SWT, karena dengan bersyukur, kita akan semakin sadar, bahwa segala sesuatu yang kita dapatkan berasal dari Allah SWT.

Termasuk proses dalam mendapatkan nikmat Allah SWT juga harus segera disyukuri, agar setiap aktifitas kehidupan kita mendapat kenikmatan sejati. Setiap pekerjaan yang dibarengi dengan rasa syukur, maka segala perkejaan itu akan sangat mudah dan menyenangkan. Pekerjaan itu juga tidak akan menjadi beban, karena rasa sukur itu akan menjadikan manusia lebih sederhana serta menerima apa saja yang telah didapatkannya setelah melalui usaha yang matang.

Namun tidak semua yang kita inginkan akan menjadi kenyataan. Itulah fakta yang kita alami dalam kehidupan selama ini, maka diperlukan sebuah sikap hidup yang sederhana, agar kita mampu memaknai sesuatu yang didapatkan dan yang tidak didapatkan. Kemudian, mereka yang tidak melatih dirinya hidup dengan sederhana, maka ia akan sulit untuk bersyukur, karena ia tidak akan pernah merasa puas terhadap apa yang sudah dimiliki. Itulah pentingnya hidup sederhana, agar dalam setiap prilaku kita terjaga dari hal-hal yang membuat kita egois, sombong dan mementingkan diri sendiri.

Sikap hidup sederhana juga menunjukkan pribadi yang lebih bertanggungjawab, lebih percaya diri untuk menghadapi dan mengisi kehidupan ini, baik masa sekarang maupun masa yang akan datang. Hidup sederhana akan membuat kita tenang dan tidak panik ketika menghadapi suatu masalah hidup. sikap sederhana juga akan menjauhkan diri dari menipu, korupsi dan mencuri, sebab ia akan mensyukuri apa yang telah dimilikinya sehingga dengan rasa syukur akan berwujud pada jiwa yang tenang. Pantaslah kalau Rasulullah dalam mendidik keluarga dan anak-anaknya selalu mengajarkan kesederhaan dalam semua aspek kehidupan. Kemudian Rasul juga mengajarkan kepada ummatnya tentang sebuah kesederhaan yang banyak sekali pengaruhnya terhadap diri kita. 

Pola hidup sedehana dapat mendorong seseorang menjadi pribadi yang mandiri, disiplin serta menghargai nikmat-nikmat Allah mulai dari yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya. Dengan demikian, kita tidak bisa menilai seseorang dari hartanya, walaupun kehidupan seseorang yang ekonominya lebih bawah, tetapi dengan keimanan yang kokoh, maka akan timbul rasa syukur yang tiada ternilai harganya. Intinya rasa syukur adalah puncak dari sebuah kesederhanaan yang tentunya akan berujung kepada kebahagiaan yang hakiki.

(Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid/PDM, Kab. Tapanuli Selatan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *