Tafakur Siyar A’lam Al Nubala’ Monumen Hidup Rijalul Hadis

Oleh Dr. Tgk. H. Zulkarnain, MA.(Abu Chik Diglee)

  • Bagikan
Tafakur Siyar A'lam Al Nubala' Monumen Hidup Rijalul Hadis

Kitab Siyar A’lam al Nubala’ (سير اعلام النبلاء) atau Perjalanan Hidup Orang Orang Mulia, karya imam Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah al Dzahabi al Fariqi. Ia lebih dikenal dengan sebutan imam al Dzahabi, berasal dari Maula Bani Tamim. Imam al Dzahabi dilahirkan di kota Mayyafariqin provinsi Diyarbakir pada tahun 673 Hijriah (4 Februari 1348.M) dan wafat pada malam Senin, 3 Dzulqa’dah 748 Hijriah di Damaskus – Suriah dan dimakamkan di pemakaman Bab al Shaghir. Kota Mayyafariqin tempat imam al Dzahabi di lahirkan sekarang bernama kotamadya Silvan di provinsi Diyarbakir- Turki, dengan luas wilayah 1.252 Km persegi, jumlah penduduknya mencapai 86.161 jiwa.

Imam al Dzahabi terkenal dengan hafalannya yang kuat, cerdas, wara’, zuhud, berakidah kuat, dan fasih lisannya. Selain itu, Imam al Dzahabi berguru kepada imam Jamaluddin Yusuf bin Abdurrahman al Mizzi, imam al Khathib al Baghdadi, imam Ibnu al Sakir, imam Ibnu Rusyd, imam Abu Muhammad al Dimyati, syekh Umar bin Qawwas, imam Ibnu Taimiyyah, dan lain lainnya.

Khusus untuk para gurunya ia menulis kitab berjudul Mu’jam al Syuyukh yang memuat jumlah gurunya mencapai 3.000 orang. Murid-murid imam al Dzahabi di antaranya adalah imam Tajuddin al Subki, imam Abul Fida’ Ismail bin Katsir, al Hafidz Ibnu Rajab dan lain-lainnya.

Imam Tajuddin al Subki mengatakan bahwa imam al Dzahabi adalah Syekh Jarh wa Ta’dil, dan pakar Ilmu Rijalul Hadis(Thabaqat al Syafi’iyyah Kubraa, juz.9, hal.101). Imam Ibnu Katsir menyebut imam al Dzahabi sebagai pakar tarikh Islam, syekhul muhaditsin, penutup syuyukh hadis dan hufadznya (imam Ibnu Katsir, Bidayah wa al Nihayah, juz 14, hal 225).

Karya imam al Dzahabi berkaitan dengan Ilmu Rijalul Hadis terhitung cukup banyak, di samping kitab Siyar A’lam al Nubala’ ada kitab-kitab lain seperti kitab Mukhtashar Tahdzibiil Kamaal, Mizaanul I’tidaal Fi Naqdi al Rijaal, Thabaqat al Huffadz, al Kaasyif Fii Man Lahu Riwaayah Fii Kutub al Sittah, Thabaqat al Qurra’, al Tajrid Fii Asmaa’ Ish Shahaabah, dan Mukhtashar Tariikh Naisabur al Hakim. Kitab Siyar A’lam al Nubala’ adalah kitab yang sangat penting bagi para peneliti dan peminat Ilmu Rijalul Hadis dan Tarikh Islam.

Kitab Siyar A’lam al Nubala’ adalah kitab yang memuat tentang para sahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in, atba’ tabi’in, dan ulama serta tokoh Muslim dan Non Muslim yang berpengaruh pada zamannya, sampai era penulisnya yaitu imam al Dzahabi (W.748.H). Kitab Siyar A’lam al Nubala’ memuat secara komprehensif tentang fakta-fakta sejarah dan peristiwa politik disepanjang sejarah umat Islam. Kitab itu juga memuat tentang kisah para khalifah dan pemimpin politik pada zamannya, baik dari kalangan Islam maupun bukan.

Kitab Siyar A’lam al Nubala’ diterbitkan di Beirut oleh penerbit Mu’asasah al Risalah, cetakan ke-12, tahun 1432.H (2011.M), dengan tahqiq dan takhrij oleh syekh Syu’aib al Arnauth. Kitab Siyar A’lam al Nubala’ terdiri atas 30 jilid dengan tebal rata rata perjilidnya 600 halaman.

Imam Jalaluddin al Suyuthi (W.911.H) mengatakan bahwa imam al Dzahabi adalah salah satu imam Ilmu Rijalul Hadis setelah imam al Bukhari, imam al Mizzi, imam al ‘Iraqi, dan imam Ibnu Hajar al Asqalani. Kitab Siyar A’lam al Nubala’ adalah kitab terakhir tentang tarikh Islam dan Rijalul Hadis yang ditulis oleh imam al Dzahabi. Dengan demikian, kitab Siyar A’lam al Nubala’ adalah kitab pelengkap dan penyempurna dari kitab kitab tarikh dan Rijalul Hadis karya beliau sebelumnya.

Kitab Siyar A’lam al Nubala’ juga berfungsi sebagai tahqiq (klarifikasi ke sumber berita) dan sekaligus sebagai tamhish (penyaring berita yang lemah atau palsu). Kitab Siyar A’lam al Nubala’ menggunakan metode yang ringkas dan sederhana. Narasi tentang biografi para ulama, raja, hakim dan lainnya sangatlah praktis dan tidak sulit untuk dimengerti. Imam al Dzahabi menulis nama asli, kunyah, keutamaan, kejadian yang menimpanya, kejadian kejadian pada masa hidupnya, nama-nama guru dan murid-muridnya, rihlah il ilmiahnya, daerah yang dikunjungi, tanggal dan tempat lahir, tempat menetap, tahun wafatnya.

Berkaitan dengan hadis, beliau menukilkan hadis-hadis beserta sanadnya secara lengkap, kualitas hadisnya, penilaian ulama hadis tentang hadis tersebut, dan juga memaparkan contoh-contoh sya’ir sebagai pendukug dalam penjelasan dari sudut pandang makna lughah Arab (bahasa Arab). Imam al Dzahabi di dalam kitab Siyar A’lam Nubala’ juga memberikan pesan ketauladanan kepada umat Islam, agar membiasakan diri untuk menilai sesuatu secara objektif dan berkeadilan.

Khusus jilid 1 dan 2 dari kitab Siyar A’lam al Nubala’ diambil seutuhnya dari kitab imam al Dzahabi yang lain, yaitu kitab Taarikh Islam. Karena jilid 1 dan 2 kitab Siyar A’lam al Nubala’ hanya berisi tentang sirah Nabi Saw, mu’jizat Nabi Saw, dan peperangan yang diikuti Nabi saw. Adapun jilid 2, hanya berisi tentang sejarah Khulafa’ al Rasyidin.

Nilai lebih kitab Siyar A’lam al Nubala’ karya imam al Dzahabi ini terletak pada 3 hal yaitu Pertama, pada ketelitian penulis. Biografi dari orang yang ditulis oleh imam al Dzahabi dikomentari dan dibedah satu persatu secara seksama sebatas keperluannya. Kedua, kitab ini berisi banyak hal yang tidak ditemukan di dalam kitab sejenis lainnya.

Contohnya kitab ini memadukan setiap informasi sejarah dengan riwayat hidup yang sesungguhnya. Kitab al Bidayah wa al Nihayah misalnya, memuat cerita sejarah yang relatif luas namun tidak memuat biografi para ulama, tokoh tokoh pilihan, para pemimpin dan lainnya. Begitu juga dengan kitab al Kamil karya imam Ibnu al Atsir dan kitab Tarikh al Umam wa al Muluk karya imam Ibnu Jarir al Thabari. Ketiga, mencakup sebahagian besar sejarah orang-orang penting dimata manusia. Terutama para tokoh ahli hadis, dimana imam al Dzahabi memang memfokuskan diri dalam bidang tersebut.

Namun yang perlu diingat bahwa para ahli hadis di era keemasan Islam, mereka juga sekaligus sebagai fuqaha’ (ahli fikih), mufasir (ahli tafsir), dan para mujahidin yang ikut berperang di jalan Allah jika situasi menghendaki untuk itu. Mereka juga sastrawan, ahli nahwu (tata bahasa Arab), dan sekaligus juga sebagai pemimpin dan tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Semoga kitab Siyar A’lam al Nubala’ karya imam al Dzahabi ini, tidak hanya dikenang sebagai sebuah monumen hidup oleh generasi Muslim era kekinian, tetapi lebih dari itu hendaknya kitab tersebut dapat terus digali dan dikembangkan sebagai upaya memperkuat benteng ilmu dalam bidang kajian hadis. Wallahu’alam. WASPADA.id

Penulis adalah Dosen Hadits Ahkam dan Hukum Keluarga Islam di Asia Tenggara Pascasarjana IAIN Langsa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *